JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Untuk meningkatkan kualitas dewan di masa mendatang, Koordinator Majelis Nasional Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) menggembleng kadernya yang menjadi calon legislatif di Pemilu 2019.

“Kami ingin agar para kader dapat secara optimal dan memberi kontribusi kepada masyarakat, bangsa dan negara,” kata Koordinator Presidium Forhati, Hanifah Husein saat membuka Sekolah Demokrasi Insan Cita (SDIC) di Jakarta Rabu (25/9).

Hadir dalam acara tersebut Ketua DPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi dan mantan Menteri ATR/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan.

Hanifah menegaskan kader perempuan HMI wati perlu meningkatkan kualitas kadernya yang menjadi caleg demi menjawab tantangan zaman ke depan yang makin berat. Apalagi menyangkut kader HMI Wati yang menjadi anggota legislatif.

Menurut Hanifah, pembekalan melalui sekolah tersebut bertujuan menjadikan para alumni HMI Wati menjadi legislator handal dan mumpuni. Setidaknya menjadi negarawati yang nasionalis, religius, berpengetahuan, berwawasan dan memiliki keterampilan tinggi.

“Dapat menjadi suri tauladan. Karena sebagai istri dan sekaligus menjadi ibu, politisi dan pemimpin atau tokoh masyarakat,” tambahnya.

Dengan menggembleng caleg perempuan melalui pelatihan ini diharapkan apabila caleg tersebut terpilih maka akan menghasilkan anggota legislatif perempuan berkualitas. Sehingga mampu mendalami peran dan fungsi legislatif.

Sekolah politik yang dilakukan dengan mengembangkan sikap proaktif berdiskusi selain pemahaman dunia perpolitikan. “Mereka tidak hanya mendengar tapi juga pro aktif diskusi. Kemudian mereka dibimbing oleh mentor dari politisi-politisi senior,” terangnya.

Fokus pelatihan diarahkan pada fungsi kedewanan seperti penganggaran, penyusunan undang-undang, fungsi kontrol dan lainnya. “Kebijakan anggaran, teknik penyusunan undang-undang, kemudian ada dari keuangan untuk kontrol budget. Itu semua ada pembicara sesuai dengan keahlian tetapi ada juga yang khusus komunikasi,” ujar Hanifah.

Melalui program tersebut, para caleg perempuan nantinya diharapkan tidak sekedar memenangkan kontestasi politik, tapi juga mampu memenuhi kuota perempuan di lembaga legislatif dan partai politik.

“Lebih dari itu itu adalah menyiapkan perempuan politisi menjadi negarawan selain anggota legislatif yang mau dan mampu memainkan peran strategisnya dan memperjuangkan hak-hak seluruh rakyat,” imbuhnya.

Pihaknya juga mengajak para peserta bertukar pikiran dengan konsultan politik seperti Eep Saefullah Fatah dan Syamsuddin Haesy yang telah berpengalaman mengantarkan presiden, gubernur dan bupati/wali kota mencapai kemenangan.

Demikian juga dengan konsultasi dengan mentor politik tingkat nasional yang berhasil menduduki kursi DPR, diantaranya Ferry Mursyidan Baldan, Sofhian Mile, dan Afni Ahmad. (har)