PMP Kembali Masuk Kurikulum SD

    29
    JAKARTA (Bisnis Jakarta)-
    Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyambut positif Pendidikan Moral Pancasila (PMP) masuk kembali dalam kurikulum sekolah dasar (SD). Langkah ini penting untuk mencegah tren tergerusnya ideologi Pancasila di kalangan generasi milenial. "MPR sangat mendukung gagasan Mendikbud untuk menghidupkan kembali PMP di sekolah. Hanya saja metode pengajarannya perlu disesuaikan dengan zaman sekarang," tegas Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (27/11).

    Menurut Ketum PAN itu, saat ini pendidikan tentang nilai-nilai Pancasila untuk menghadap berkembangnya radikalisasi, dan intoleransi yang terus menggerus ideologi Pancasila. "Pelajaran Pancasila sudah hilang, penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) juga hilang," ujarnya.

    Oleh sebab itu kata dia, konsekuensinya seperti sekarang ini. Sehingga pengajaran, penghayatan dan pengamalan Pancasila itu mendesak diajarkan kepada anak-anak sejak dini secara radikal, kuat dan berkelanjutan.

    Zulkifli berharap gagasan Kemendikbud RI itu diterapkan dalam tiap jenjang pendidikan dan secara berkesinambungan. "Jadi, pendidikan Pancasila itu penting. Sejak dari SD, SMP, SMA itu harus. Diajarkan sepanjang zaman, jangan kalau ganti pemerintah lalu hilang. Mengajarkan wawasan kebangsaan itu sepanjang masa," tandasnya. (har)