ASN Diminta Beradaptasi Dengan Perubahan Zaman

    22
    JAKARTA (Bisnis Jakarta)-
    Presiden Jokowi meminta, Aparatur Sipil Negara (ASN) agar beradaptasi dengan perkembangan zaman seiring dengan munculnya revolusi industri 4.0 yang membawa perubahan sosial, politik, dan budaya di seluruh dunia. Perkembangan teknologi informasi mempermudah cara kerja birokrasi, namun di sisi lain teknologi tersebut juga memfasilitasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya dan menuntut pelayanan yang lebih baik. "Kita menghadapi perubahan sosial yang besar. ASN juga harus melakukan banyak penyesuaian dalam perubahan zaman dengan meningkatkan pelayanan," pesan  Jokowi saat menjasi Inspektur Upacara HUT Korpri ke-47 di Jakarta, Kamis (29/11).

    Ribuan ASN dari berbagai daerah di Tanah Air hadir dalam acara tersebut.  Sejumlah Menteri Kabinet Kerja di antaranya Menpar Arief Yahya, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menhub Budi Karya Sumadi, Mensos Agus Gumiwang, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir di acara dengan memakai pakaian Korpri.

    Jokowi mengingatkan, ASN harus melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh serta  meningkatkan kualitas kerja dan tata kelola pemerintahan serta menjaga akuntabilitas. "Mau tidak mau, ASN harus selalu open mind, terus melakukan inovasi dan menyederhanakan proses kerja. ASN harus memanfaatkan kemajuan teknologi, kemajuan pengetahuan, serta kolaborasi dengan pihak terkait," kata Jokowi.

    Presiden Jokowi meminta ASN saling bersinergi dan tidak terjebak dalam ego sektoral. "ASN di semua lapisan, saya minta untuk tidak terjebak dalam ego sektoral, tidak terjebak dalam ego organisasi, tidak terjebak dalam ego program masing-masing," kata Jokowi seraya mengatakan, seluruh ASN harus bersinergi karena semua permasalahan yang ada di masyarakat saat ini bersifat lintas sektoral, bahkan lintas daerah.

    Usai memimpin upacara, Presiden Jokowi berkesempatan memberikan penghargaan kepada Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Bupati Kepahiyang (Bengkulu) Hidayatullah Sjahid sebagai penasihat terbaik Korpri. Penghargaan juga diberikan kepada Sekda Provinsi Jawa Tengah, Dewan Pengurus Korpri Kota Bitung, dan Dewan Pengurus Korpri Kementerian UKM.

    Pasar Rakyat Korpri

    Acara puncak HUT Korpri ke-47 dimeriahkan dengan Pasar Rakyat (Korpri Expo) yang dipusatkan Plaza Timur Senayan, komplek Istora Senayan. Pasar Rakyat ini bagian dari 7 kegiatan  utama  yaitu Upacara Bendera, Apresiasi Seni, Korpri Mempesona, Lomba Angklung, dan MTQ.

    Menpar Arief Yahya mengatakan, HUT Korpri mengambil filosofi bambu yang akarnya menjadi perekat tanah. “Ini merupakan simbol memperkokoh dan mempersatukan bangsa. Bambu yang subur dan tumbuh secara berumpun di Indonesia merupakan simbol solidaritas dan kebersamaan,” kata Menpar Arief Yahya.

    Dari tujuh kegiatan dalam memeriahkan HUT Korpri adalah sebagai olah rasio, olah rasa, olah raga, dan olah ruh. Kegiatan pasar rakyat (Korpri Expo) yang didukung oleh Kemenpar berlangsung mulai 24 November  hingga puncak acara pada 29 November 2018 dengan dimeriahkan bazaar kuliner, venue spot foto instagramable, serta booth layanan publik. "Kita melibatkan generasi milenial untuk berkontribusi dalam menyampaikan informasi dengan tepat melalui media sosial,” kata Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara yang juga selaku Ketua Panitia Nasional HUT Korpri. (son)