Pengembangan Wisata Danau Toba Jangan Merusak Lingkungan

    61
    DAIRI (Bisnis Jakarta)-
    Danau Toba merupakan salah satu dari empat destinasi Pariwisata Super Prioritas oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Karena itu, pengembangan daerah tujuan wisata (DTW) yang berbasis alam tersebut jangan sampai merusak lingkungan. Pesan tersebut disampaikan Sekda Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Sabrina ketika membuka Festival Danau Toba (FDT) 2018 di desa Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Rabu (5/12).

    Festival Danau Toba tahun ini dipusatkan di Desa Silahisabungan, Kabupaten Dairi, 5 – 8 Desember 2018. Hadir dalam pembukaan antara lain Koordinator Tim Calender of Event (CoE) Kemenpar Raseno Arya, Bupati Dairi KRA Johnny Sitohang Adinegoro, dan Kadis Pariwisata dari tujuh kabupaten sekitar Danau Toba.

    Sabrina mengatakan, pemerintah pusat, propinsi dan kabaupaten di sekitar Danau Toba sangat mendukung pengembangan pariwisata kawasan Danau Toba untuk menarik wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman). Namun demikian, ia mengingatkan, pengembangan pariwisata Danau Toba jangan sampai merusak lingkungan alam Danau Toba. "Jika banyak turis yang  datang itu sangat bagus.Tetapi jumlahnya harus sesuai dengan kapsitas," kata Sabrina.

    Jika terjadi kelebihan dari daya dukung kawasan Danau Toba, kata Sabrina, bisa berdampak buruk terhadap lingkungan. "Jika terjadi kelebihan daya dukung bisa berdampak buruk yaitu terjadi degradasi lingkungan," tegasnya.

    Oleh karena itu, lanjut Sabrina, pengembangan pariwisata kawasan Danau Toba harus memperhatikan lingkungan, agar bisa menjadi destinasi wisata berkelanjutan untuk mendukung perekonomian masyarakat.

    Sabrina juga mengingatkan pentingnya pelayanan kepada turis yang datang ke Danau Toba. "Dengan pelayanan yang baik, para turis akan bisa tinggal lebih lama dan makin banyak uang yang dibelanjakan," tuturnya.

    Wisata Dalam Negeri

    Festival Danau Toba diselenggakan sejak 2013 dengan tuan rumah bergantian setiap tahun untuk Pemda di Kawasan Danau Toba. FTD 2018 tuan rumahnya Kabupaten Dairi. FTD masuk dalam 100 besar kalender pariwisata nasional. Tujuan dari FDT adalah untuk melestarikan budaya dan mendatangkan wisman dan wisnus. "Karunia Tuhan berupa alam Danau Toba bukan hanya  milik Sumut saja, tapi milik Indonesia. Mari kita rawat bersama," ajak Sabrina.

    Kepada masyarakat Sumut, Sabrina mengingatkan, agar tidak memiliki pemikiran berwisata ke luar negeri, karena apa yang diinginkan wisatawan ada di dalam negeri. "Laut, Danau, Gunung, budaya ataupun wisata modern di dalan negeri semuanya ada," kata Sabrina.

    Sementara itu, Kordinator Tim Calender of Event (CoE) Kemenpar Rosena Arya menyampaikan kekaguman atas keindahan alam Danau Toba yang luar biasa. "Alam Danau Toba sangat luar biasa," katanya.

    Dengan adanya FDT, Raseno berharap, wisata Danau Toba bisa dikenal masyarakat dunia. "Kami berharap Danau Toba menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan dan mendunia," harapnya.

    Bupati Dairi KRA Johni Sitohang Adinegoro menyampaikan, Pemkab Dairi berkomitmen untuk mendukung pengembangan pariwisata di Dairi. Bentuk dukungan tersebut adalah adanya anggaran sebesar Rp 4,2 miliar untuk membangun infrastruktur pariwisata. "Salah satunya adalah pembangunan dermaga Silahisabungan," ujarnya.

    Bupati berharap, penyelenggaraan PDT dapat membangkitkan kreatiktifas masyarakat di sektor usaha   pariwisata.

    Festival Danau Toba 2018 diselenggarakan selama empat hari mulai tanggal 5 – 8 Desember 2018 dengan 14 kegiatan yaitu Kirab budaya, karnaval budaya, festival kopi, festival kuliner, art collaboration, lomba vocal group, loma seruling, loma paduan suara, lomba kayak, lomba fun triathlon, pameran pariwisata, budaya, dan Ekraf, fashion show, malam pegelaran seni dan budaya, lomba hammock, permainan tradisional. (son)