Generasi Milenial Pendorong Utama Sektor Properti

    30
    JAKARTA (Bisnis Jakarta)-
    Pengembangan bisnis properti tidak lepas dari peran milenial baik dari sisi supply dan demand, sehingga pelaku bisnis properti dan perbankan harus dapat mengatur strateginya menyesuaikan dengan selera milenials. "Pertumbuhan ekonomi khususnya sektor properti tidak lepas dari peran para milenial. BTN menilai milenial bukan hanya menjadi objek tapi juga subjek yang akan menjadi pendorong utama sektor properti,” kata Dirut BTN Maryono ketika membuka acara HUT KPR di Jakarta, Senin (10/12).

    HUT KPR BTN ke-42 diisi dengan acara talkshow bertajuk Spirit of KPR Growing with Millenials. Hadir sebagai nara sumber diantaranya, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Erwin Haryono, Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid serta ratusan undangan dsri generasi milenial.

    Dengan proyeksi partumbuhan jumlah penduduk berusia produktif khususnya generasi milenial, Maryono mengatakan, BTN berupaya mengoptimalkan peran mereka di sektor properti baik dari sisi supply maupun demand.  “Dari sisi demand, kami sudah meluncurkan program KPR Gaeesss, dengan fitur yang sesuai dengan kemampuan finansial milenial, sementara dari sisi supply kami mengajak milenial menjadi entrepreneur di bidang properti lewat pelatihan atau workshop yang disiapkan Housing Finance Center (HFC) BTN,” kata Maryono.

    Pengembangan bisnis properti 2019, lanjut Maryono, tidak akan lepas dari peran milenial baik dari sisi supply dan demand properti sehingga pelaku bisnis properti dan perbankan harus dapat mengatur strateginya menyesuaikan dengan selera milenials. Salah satu acuan memotret selera milenial antara lain dengan riset. Berdasarkan riset HFC terhadap 374 responden dari generasi milenial, sebanyak 43 persen menginginnkan rumah satu lantai yang tidak terlalu luas dengan halaman, dan hanya sebesar 29% yang menginginkan rumah satu lantai berukuran cukup luas tanpa halaman.

    Sementara sisanya menginginkan rumah dua lantai. Sedangkan dari sisi harga properti, Maryono menambahkan, sama halnya dengan generasi lain, rumah dengan harga terjangkau menjadi pilihan utama 46,8% responden, sementara pemilihan properti berdasarkan lokasi hanya menjadi sasaran utama bagi sekitar 36,6% responden. "Dari riset tersebut artinya milenial masih membutuhkan rumah tapak untuk mereka jadikan tempat tinggal atau investas dan harganya harus terjangkau,” kata Maryono.

    BTN optimistis dengan strategi yang ada akan dapat menggapai demand milenial dari seluruh lapisan masyarakat seperti Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), kelas menengah ataupun atas, dan setiap generasi, baik milenial, generasi X, Baby Boomers dan lain sebagainya. Untuk itu, Bank BTN terus berinovasi mengembangkan produk KPR disesuaikan dengan perkembangan ekonomi dan kemampuan masyarakat Indonesia.

    Alhasil, sejak tahun 1976 hingga bulan Oktober 2018, BTN telah merealisasikan kredit untuk membangun hampir 5.000.000 unit rumah impian bagi keluarga Indonesia, baik dalam bentuk KPR subsidi maupun non subsidi. Adapun nilai KPR yang sudah terealisasi telah mencapai lebih dari Rp 257,6 triliun. "Pada tahun 2019, kami mematok pertumbuhan kredit sekitar 15% dengan mengandalkan KPR sebagai pendorong utama selama Pemerintah memantapkan Program Satu juta rumah”, kata Maryono. (son)