Disrupsi Teknologi Tak Akan Hilangkan Lapangan Pekerjaan

    35
    JAKARTA (Bisnis Jakarta)-
    Direktur Jenderal Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivits Kementerian Ketenagakerjaan Bambang Satrio Lelono mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir terkait lapangan pekerjaan yang akan hilang akibat disrupsi teknologi di era revolusi industri 4.0. "Hal yang paling penting adalah bagaimana masyarakat dapat bertransformasi terhadap perubahan tersebut," kata Bambang dalam paparannya saat HR Summit 2018 di Jakarta, Selasa (18/12).

    HR Summit membahas Focusing On Corporate Culture & Soft Competence For Sustainable Growth Through Vocation & Industry 4.0 – Menuju Industri Berdikari dan Sejehtera digagas Industry & Business Intitute of Management (IBIMA) dengan menghadirkan sejumlah pembicara antara lain Staf Ahli Menristekdikti Prof. Paulina Pannen, Presiden IOI – CEO IBIMA I Made Dana Tangkas serta akademisi dan praktisi industri.

    Bambang mengakui, ada jabatan-jabatan yang berkurang ada jabatan-jabatan yang hilang. Tapi banyak pekerjaan yang tumbuh, dan realitas tersebut tidak perlu dikhawatirtan, karena yang penting bagaimana sumber daya manusia yang ada bisa bertranformasi terhadap perbuahan tersebut. "Revolusi industri 4.0 tidak akan mengurangi jumlah lapangan pekerjaan," kata Bambang.

    Bambang mencontohkan, banyak pekerjaan yang dulu ada seperti pengantar surat kini perlahan menghilang dan tergantikan dengan teknologi seperti surel atau teknologi informasi lainnya. Namun kini pekerjaan pengantar tersebut berubah menjadi pengantar barang.

    Bambang juga mengatakan, disrupsi teknologi merupakan hal yang akan terjadi secara alamiah. "Itu suatu hal yang alamiah. 10 tahun yang lalu kita tidak berpikiran ada ritel secara online, online shop, gojek dan lainnya. Ternyata itu ada, dan jabatan 10 tahun mendatang kita belum tahu, mungkin belum ada," papar Bambang

    Secara pribadi, Bambang mengatakan tidak khawatir akan terjadi pengurangan jumlah lapangan kerja akibat disrupsi ini. "Yang penting, kita siapkan saja skill-skill yang mau kita latih. Saya sendiri tidak akan khawatir akan terjadi disrupsi terus menerus," katanya.

    Hal senada diungkapkan Paulina. Menurut dia, kekhawatiran akan adanya pekerjaan yang hilang akibat digantikan tenaga robot tidak akan terjadi. Yang pasti, kata dia, semua pihak harus menjadi pemimpin digital danrevoluai industri 4.0. "Ini adalah momentum dan kesempatan kita untuk meraih peluang," kata Paulina.

    Kemenristekdikti sendiri, kata Paulina, mendefinisikan Revolusi Industri 4.0 itu adalah revolusi budaya, revolusi dimana manusia dalam berbagai aspek kehidupan, bukan sekedar revolusi teknologi. Karena apa, karena revolusi tersebut membawa norma baru dalam.keseharian manusia. Ia mencontohkan, ada satu keluarga yang makan bersama tetapi mereka asyik dengan gedget masing-masing, dan itu adalah budaya baru.

    Oleh karena itu, Paulina mengingatkan, insan manusia Indonesia harus segera beradaptasi dan berubah. "Revolusi itu ditentukan oleh manusia bukan.oleh teknologi. Manusia adalah master of technology," katanya.

    Sementara Made Tangkas mengatakan, HR Summit menjadi kesempatan luas untuk mengkaji dan menyiapkan strategi membangun industri melalui pengembangan vokasi yang tepat dan juga strategi implementasi Industry 4.0.

    Harapannya? Kata Made Tangkas, HR summit dapat menjadi forum sharing dan learning untuk membahas
    isu-isu strategis tentang corporate culture dan soft competence, memberikan kesempatan kepada pelaku usaha yang telah berhasil mengelola corporate culture & soft human capital untuk berbagi pengetahuan dan
    pengalaman, memberikan kesempatan kepada pelaku usaha (business executives) khususnya HR executives
    untuk menimba pengalaman dari CEO dan Founder yang telah berhasil.

    Selain itu, kata dia, untuk memberikan kesempatan kepada peserta HR summit untuk mendalami konsep corporate culture & soft competence dan sistem vokasi juga industry 4.0 yang terpadu dengan link and match, program magang, Program PS PPI serta percepatan Insinyur Profesional, serta strategi dan action plan yang berkesinambungan. (son)