Kapal Pelni Angkut Bantuan Menuju Pulau Sebesi

    33
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) kembali mendapat penugasan dari Kementerian Perhubungan untuk menyelenggarakan angkutan bantuan kemanusiaan bagi korban tsunami Selat Sunda dengan KM Sabuk Nusantara 66. Kapal akan berangkat Selasa (25/12) pukul 21.00 dari Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta menuju Pulau Sebesi

    Warga Jabodetabek dan sekitarnya, BUMN, instansi pemerintah serta berbagai perkumpulan dapat memanfaatkan KM Sabuk Nusantara 66 untuk mengirimkan bantuan dari Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta.

    Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Ridwan Mandaliko mengatakan pengoperasian KM Sabuk Nusantara 66 dari Pelabuhan Sunda Kelapa. Warga, BUMN, dan instansi pemerintah yang akan  menyalurkan bantuan bagi korban tsunami Selat Sunda. "KM Sabuk Nusantara 66 mendapat amanah khusus untuk mengangkut bantuan bagi korban tsunami Selat Sunda," terang Ridwan. 

    Peristiwa bencana tsunami yang terjadi di perairan Selat Sunda pada Sabtu (22/12) telah menimbulkan kerusakan dan kerugian bagi masyarakat disekitar Tanjung Lesung, Banten, dan Lampung Selatan. Peristiwa tersebut juga menimbulkan korban jiwa.

    Sebagai bentuk dukungan kepada korban bencana, Pelni menyalurkan berbagai jenis bantuan berupa sembako, selimut, dan kebutuhan sandang lainnya kepada Krakatau Steel sebagai koordinator penyaluran bantuan BUMN bagi korban bencana tsunami di wiliayah Provinsi Banten.

    Pelni, instansi pemerintah, dan BUMN lainnya ikut berpartisipasi dalam menyalurkan bantuan, hal ini membuktikan bahwa BUMN senantiasa berada di garis depan dalam keadaan darurat.

    Sebagai informasi, KM Sabuk Nusantara 66 adalah kapal Perintis negara yang dioperasikan  Pelni dengan trayek Sunda Kelapa-Untung Jawa-Tidung-Pramuka-Pulau Kelapa-Sebira PP.

    Ridwan melanjutkan penyediaan angkutan bantuan kemanusiaan  ini sebagai wujud "BUMN Hadir Untuk Negeri" dan kepedulian Pelni sebagai BUMN transportasi laut yang dapat mengantarkan bantuan kemanusiaan dalam kondisi darurat. Hal ini sesuai penugasan  dari Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan. "Untuk pengiriman bantuan kemanusiaan saat ini hanya berlaku dari Pelabuhan Sunda Kelapa dengan KM. Sabuk Nusantara 66 tanggal 25 Desember 2018 saja. Selain tanggal tersebut, apabila memang kami mendapatkan penugasan kembali, maka dengan senang hati akan laksanakan," tegas Ridwan. (son)