Bangun Infrastruktur di Halmahera Utara, Investor Singapura Kucurkan Rp 5 Triliun

    97
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Investor asal Singapura dibawah bendera Globalports PTE LTD mengucurkan dana investasi senilai Rp 5 triliun untuk membangun infrastruktur di Halmahera Utara yang meliputi pembangunan pelabuhan, infrasturktur perikanan, dan infrastruktur di sektor pariwisata. Komitmen tersebut tertuang dalam Head of Agreement (HoA) yang ditandatangani di Jakarta, Kamis (17/1).

    Penandatanganan HoA dilakukan antara Direktur PT Hibualamo Jaya (BUMD) Deky Iwisara dan CEO & President Digiland Henry Teh Kok Kheng. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Halmahera Utara Frans Manery, Ketua DPRD  Yulius Dagilaha, Ketua DPRD Malut Alien Mus, serta Mark Vernon Tuck, Founder Paradise Property Group yang telah sukses membangun sejumlah property di Bali.

    Frans berharap investor dapat mengelola investasinya secara baik sehingga membawa banyak manfaat bagi masyarakat Halmahera Utara. Berkembangnya infrastruktur akan memunculkan lapangan pekerjaan baru. Untuk itu, Frans berharap para pemuda di Halmahera Utara lebih kreatif untuk mengembangkan diri dan memiliki daya saing agar dapat turun tangan membangun daerahnya.

    Halmahera Utara memiliki destinasi-destinasi wisata yang sangat menarik. Laut yang bersih, pantai yang indah dengan biota laut yang masih asri tersebar di Tobelo, Kao, Galela maupun Lolada Utara. Kesemuanya adalah spot-spot yang sangat diminati oleh wisatawan. Dengan pembangunan infrastruktur yang memadai maka wisatawan dapat lebih mudah mengakses destinasi-destinasi tersebut.

    Pariwisata sangat berpotensi untuk menumbuh kembangkan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Untuk itu, Frans mempersilahkan para investor mengembangkan infrastruktur yang memadai di destinasi-destinasi wisata untuk memancing para wisatawan.

    Sementara Henry menilai infrastruktur yang ada sekarang ini belum cukup untuk mendatangkan wisatawan. Melihat potensi laut yang tinggi namun belum dimanfaatkan dengan maksimal, Henry sangat tertarik untuk mengembangkan Halmahera Utara. "Potensi laut dan wisatanya sangat bagus, sangat menjanjikan untuk dikembangkan," ungkap Henry.

    Ia memastikan, 500.000 wisatawan bukanlah hal yang sulit untuk didatangkan, namun tanpa infrastruktur yang baik angka tersebut akan sulit dicapai. "Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan investasi yang besar untuk membuat antar pulau dapat terhubung, dan kami sangat berpengalaman untuk hal tersebut,” kata Henry.

    PT Hibualamo Jaya adalah BUMD yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan dan kehutanan, perikanan dan perdagangan umum. Sedangkan Global Ports PTE LTD adalah perusahaan yang berpengalaman mengelola pelabuhan. Investasinya dikembangkan dari Eropa hingga ke Asia, salah satunya dengan membangun Pelabuhan Sabang. (son)