BNPT Upayakan Deradikalisasi Ba’asyir

    9
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Suhardi Alius mengakui sikap terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir yang sampai saat ini belum mau memberikan ikrar cinta terhadap NKRI dan Pancasila sebagai ideologinya. Karena sikapnya Itu, Ba'asyir masih terganjal bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindir, Parung, Jawa Barat.

    Suhardi mengatakan pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu masuk sebagai tipe yang ‘hardcore’ atau tipe terduga terorisme yang susah untuk diberikan deradikalisasi. Berbeda dengan mantan terpidana terorisme sebelumnya yang telah mau bergabung kepada NKRI. “Tapi kan ada orang-orang yang hardcore itu tidak mau melaksanakan program deredikalisasi,” sebut Suhardi  di Gedung DPR Jakarta, Kamis (24/1).

    Rencana bebas bersyarat Abu Bakar Ba’asyir, hingga saat ini masih ditunda. Karena, mantan pimpina  Pondok Pesantren Al Mukmin itu enggan mengucapkan ikrar setia pada NKRI dan mengakui Pancasila sebagai pedoman atau falsafah hidup bernegara.

    Suhardi menegaskan BNPT masih berupaya memberi pemahaman dan membujuk  Ba'asyir untuk berikrar setia pada NKRI dan mengakui Pancasila sebagai ideologi negara. "Kita tetap berusaha mereduksi maindsed ideologi mereka. Kita terus monitoring, secara pereodik. apalagi pembebasan bersyarat itu. Kalau lapis-lapisnya. Masih ikut memberikan keterangan. Karena kita menggunakan treatment ulama. Untuk mengajak diskusi para napi. Biasanya, kita kirimkan ulama yang lebih tinggi ilmunya,” ungkap Suhardi. (har)