Menpar Optimis Pariwisata Menjadi Penghasil Devisa Terbanyak

    20
    SURABAYA (Bisnisjakarta)-
    Menteri Pariwisata Arief Yahya optimis sektor pariwisata bakal menjadi penghasil devisa terbanyak di Indonesia pada tahun 2020 karena terus mengalami pertumbuhan pesat. "Pariwisata akan menjadi penghasil devisa terbanyak di Indonesia. Berharap 2020, benar-benar terwujud," kata Arief dalam forum Gala Dinner Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Surabaya, Kamis (7/2).

    Jamuan makan malam ini juga dihadiri oleh Ketua HPN Margiono, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Auri Jaya, para duta besar dan perwakilan negara sahabat, perwakilan dari provinsi Jawa Timur, tokoh-tokoh pers, serta perwakilan media dari seluruh Indonesia.

    Arief menyebut, pariwisata nantinya akan menyaingi pendapatan migas dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK-Migas) dalam mendulang devisa negara. "Jika dulu disebut migas dan sisanya adalah sektor non-migas, nanti akan saya ganti pariwisata dan sisanya non-pariwisata," ujarnya.

    Diungkapkannya, pariwisata Indonesia tengah menjadi sektor yang penting. Pasalnya, pariwisata mampu menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia dari masyarakat bawah.

    Dalam forum itu, Arief juga memamerkan sejumlah pencapaian Kementerian Pariwisata, seperti Kementeriannya yang terpilih menjadi Kementerian Pariwisata terbaik di Asia Pasifik.

    Selain itu, dia juga menunjukkan pencapaian pertumbuhan pariwisata hingga 22 persen pada kurun waktu Januari-Desember 2017. "Saat ini sudah lebih tinggi dari pasar regional dan global yang (pertumbuhannya) hanya 7 persen. Kompetitior emosional kita adalah Malaysia, kompetitior profesional Thaliand, dan pada 2017 dua-duanya berhasil kita kalahkan," ucapnya.

    Menpar meyakini bila sesuatu tumbuh pesat berarti pasti selalu ada dua hal yang dilakukan. "Dua hal itu adalah deregulasi dan penggunaan teknologi. Itu yang saya lakukan agar pariwisata tumbuh pesat. Saya yakin bahwa nanti tidak ada penghasil devisa, migas dan non migas tapi pariwisata dan non pariwisata," ujar Menpar.

    Arief juga menyebut media memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata Indonesia. Menurutnya, media mampu menarik jumlah wisatawan lebih banyak dengan berbagai konten kreatif. "Promosi yang dilakukan oleh media, menjadi penentu juga dalam pengembangan pariwisata Indonesia," katanya. (son)