Sukabumi Menuju Kota Koperasi, Berikut Syarat-syaratnya

    35
    SUKABUMI (Bisnisjakarta)-
    Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Indrawan mengajak masyarakat Sukabumi untuk membangun perekonomian daerahnya melalui pemberdayaan koperasi dan UKM. "Saya tidak ingin Kota Sukabumi menjadi daerah yang tertinggal dari daerah-daerah lainnya. Saya ingin koperasi di Kota Sukabumi lebih maju.  Karena itu, saya menitip pesan kepada masyarakat Kota Sukabumi, terutama anak-anak muda dan ibu-ibu, mari sama-sama besarkan perekonomian di daerah ini melalui pengembangan dan pemberdayaan koperasi dan UKM," ujar Rully, dalam sambutan pembukaan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Perundang-undangan Perkoperasian di Sukabumi, Sabtu (16/2).

    Dia mengatakan hal itu, karena Kota Sukabumi memiliki banyak potensi yang perlu dikembangkan. Sayangnya, ujar Rully, potensi itu belum seluruhnya digarap dengan baik.

    Kondisi demikian, Rully menambahkan, lebih dikarenakan banyak faktor yang menjadi penghambat berkembangnya koperasi di daerah ini. Salah satunya terkait syarat perijinan dan modal usaha yang kerap menjadi permasalahan. "Saya prihatin melihat banyaknya masyarakat Kota Sukabumi yang bekerja di daerah lain atau di negara lain. Ironisnya, mereka di sana banyak yang bekerja di bidang pertanian. Padahal, lahan pertanian di Kota Sukabumi cukup banyak yang bisa digarap," ujar Rully.

    Bahkan, katanya, di jaman penjajahan Belanda, Sukabumi dijadikan sebagai pusat perkebunan di Jawa. Tak hanya itu, Sukabumi juga menjadi pusat pertambangan, sumber daya alam, laut dan pegunungan. Sehingga masyarakat Sukabumi memiliki peran yang sangat besar dalam pembangunan bangsa ini. "Untuk itu, saya berharap, dengan adanya konsep ini, jangan sampai kemudian Sukabumi menjadi daerah yang tertinggal, baik di bidang ekonomi, koperasi dan UKM, maupun di sektor-sektor lainnya," ujarnya.

    Namun demikian, dia percaya dengan upaya yang dilakukan Pemeritah Kabupaten dan Kota Sukabumi yang saat ini digalakkan, akan menghasilkan yang lebih baik. "Dan sekarang ini saya melihat ada kemajuan yang menggembirakan. Itu bisa kita lihat dari data-data statistik yang kita amati. Intinya, semoga Sukabumi menjadi kota koperasi," ujarnya berharap.

    Terkait dengan progres pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perkoperasian yang tengah digodok Di DPR, Rully mengatakan bahwa RUU tersebut masih dalam proses pembahasan DPR bersama pemerintah. "Ya, soal RUU Perkoperasian, saat ini sedangan dalam proses pembahasan akhir di DPR. Saya kira tidak lama lagi akan di-undangkan melalui rapat paripurna di DPR ya. Kita tunggu saja hasilnya bagaimana. Yang jelas, di undang-undang itu nantinya akan memberikan ruang yang lebih luas bagi koperasi untuk bergerak di sektor-sektor yang selama ini belum terjama oleh koperasi, sepeti di sektor usahadibidang teknologi informasi dan industri kreatif lainnya," kata Rully.

    Pernyataan yang sama, disampaikan Wakil Walikota Sukabumi, Andri Hamami. Dia berharap, Sukabumi ke depan dapat menjadi kota koperasi, sehingga mampu bersaing dengan kota-kota lainnya yang sudah lebih dulu mendapat julukan kota koperasi. "Sebagai Walikota, tentu saja saya berharap Sukabumi menjadi kota koperasi, sebagaimana harapan Pak Rully tadi. Karena apa? Karena potensi yang ada di Sukabumi ini sangat banyak, tapi sampai sekarang belum tergali. Penyebabnya, karena masyarakat Sukabumi belum mengenal lebih dekat dengan koperasi," ujar Andri.

    Saat ditanya soal hambatan yang dihadapi, dia mengatakan, diantaranya menyangkut bentuk badan usaha. Masyarakat, katanya, masih terpaku pada bentuk badan usaha PT atau pun CV. "Padahal, koperasi itu kan kebersamaan dan kekeluargaan. Bahkan pounding father kita dulu mengatakan, bentuk usaha yang paling cocok di kita adalah koperasi. Karenanya, saya dan Pak Deputi ini sejak sebelum menjabat, sudah kita sampaikan dan mengupayakan agar Sukabumi menjadi kota koperasi," ujar Andri. (son)