Bandara Wiriadinata Siap Menambah Rute Baru

    32
    TASIKMALAYA (Bisnisjakarta)-  Bandar Udara Wiriadinata, Tasikmalaya siap melayani penambahan penerbangan pasca diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Tasikmalaya, Rabu (27/2). Presiden meresmikan pengembangan bandara dengan menandatangani prasasti di terminal baru bandara disaksikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti, Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil, anggota komisi V DPR RI Nurhayati, Walikota Tasikmalaya Budi Budiman dan undangan lainnya.

    Maskapai yang sudah konfirmasi akan melakukan penerbangan dari dan ke bandara ini dalam waktu dekat adalah Garuda Indonesia yang akan membuka penerbangan Tasikmalaya – Bandung – Jakarta (Halim PK) berselang-seling dengan rute  Tasikmalaya – Jakarta (Halim PK). Selain itu maskapai Citilink juga sudah melakukan penjajagan.

    Sementara itu Dirjen Hubud Polana B. Pramesti juga menyatakan bahwa bandara sudah siap untuk melayani penerbangan tambahan dari maskapai penerbangan. "Kami sudah melakukan pengembangan baik dari sisi udara maupun sisi darat sehingga keselamatan, keamanan dan kenyamanan pelayanan di bandara ini meningkat. Dari sisi udara, dilakukan perpanjangan runway menjadi 1600m sehingga pesawat ATR 72 bisa beroperasi penuh di bandara ini. Sedangkan untuk keamanan dan pelayanan, kami sudah membuat gedung terminal baru berukuran 1.100 m² yang bisa menampung pergerakan 150 penumpang per hari," ujar Polana.

    Menurut Polana, Ditjen Hubud juga masih akan melakukan pengembangan di tahun ini. Seperti misalnya untuk menambah dan memperbarui peralatan di terminal, memperbarui pagar bandara dan yang lainnya. Pengembangan bandara ini untuk mengakomodasi antusiasme masyarakat  yang menggunakan jasa transportasi udara di Tasikmalaya dan daerah sekitarnya.

    Setelah dikembangkan sepanjang tahun 2018, Bandar udara Wiriadinata yang terletak di kota Tasikmalaya kini terlihat megah dan modern. Tidak saja dari sisi darat seperti bangunan terminal dan lanskapnya, tapi juga sisi udara seperti runway, taxiway dan apron. Bandara yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melalui Satuan Pelaksana dari UPBU Bandara Cakrabuwana  Cirebon ini pun siap berperan serta lebih untuk  mengembangkan potensi-potensi yang ada di daerah Jawa Barat bagian selatan seperti industri, pariwisata dan lainnya.

    Selama tahun 2018, penumpang yang berangkat dari bandara ini sebanyak 22.496 penumpang menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi. Dengan demikian rata-rata tingkat keterisiannya  mencapai 85 persen tiap hari.

    Polana berharap Pemerintah Daerah Kotamadya Tasikmalaya dan sekitarnya bisa meningkatkan demand dengan membuat kegiatan-kegiatan yang menarik wisatawan sehingga penumpang pesawat bisa bertambah. (son)