Di Banten, Perindo Targetkan Rebut Empat Kursi DPR

    33
    SERANG (Bisnisjakarta)-
    Partai Perindo menargetkan perolehan minimal empat kursi di DPR RI dari Provinsi Banten. "Di Banten, Partai Perindo harus besar. Ada tiga dapil, dari 22 kursi DPR RI kita targetkan bisa memperoleh 4 kursi," ungkap Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo usai memberikan arahan dalam Pembekalan Caleg dan Konsolidasi untuk Pemenangan Pemilu 2019 di Kota Serang, Banten, Rabu (27/2).

    Untuk itu, Hary menyerukan kepada seluruh kader, pengurus dan caleg untuk bekerja keras dan militan untuk memastikan target tersebut bisa tercapai. "Partai harus berjuang, caleg harus berjuang. Dan saya optimistis, saya lihat banyak caleg rajin turun ke konstituennya," tutur Hary.

    Pria asal Surabaya, Jawa Timur itu menegaskan perjuangan Partai Perindo, yaitu kesejahteraan masyarakat dan hal itu menjadi fokus perjuangan bagi Partai yang didirikan pada 8 Oktober 2014 ini. "Kita yakin Indonesia bisa maju kalau kesejahteraan masyarakat yang belum mapan dipercepat," kata pria yang sudah memberikan kuliah umum di 200 perguruan tinggi itu.

    Dengan begitu, lanjut Hary, akan semakin banyak kelompok-kelompok produktif baru yang menyokong perekonomian nasional. "Kelompok produktif baru bisa ikut menciptakan lapangan kerja baru dan pembayar pajak baru," kata Hary.

    Saat ini, berbagai langkah sudah dilakukan Partai Perindo untuk melahirkan kelompok-kelompok produktif baru.

    Partai Perindo hadir lewat program pemberian Gerobak Perindo gratis disertai pembinaan, pemberian bantuan mesin perontok padi untuk petani, koperasi nelayan, berbagai pelatihan keterampilan dan program-program lainnya.

    Nantinya, di parlemen Perindo akan berjuang untuk menelurkan kebijakan yang memberikan percepatan kemajuan kesejahteraan bagi masyarakat, mempersempit kesenjangan, meningkatkan jumlah masyarakat yang lulus perguruan tinggi dan menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya. "Saya selalu percaya Indonesia harus menganut ekonomi yang memproteksi kepentingan di dalam negeri, kita belum siap di pasar bebas, karena masih banyak masyarakat yang ketinggalan," tuturnya. (son)