Sumo, Berdamai Dengan Unknown Cancer

    227
    Sumo, sejak kecil kelenjar keringatnya tak berfungsi, sehingga suhu badannya mudah panas tinggi. Normalnya seseorang akan demam tinggi jika ada infeksi, tapi Sumo bisa setiap waktu mengalami sesak nafas kalau tidak di ruangan dingin atau kalau lagi stress atau nervous.

    Akibat kondisi tersebut, Sumo tidak bisa bersekolah biasa selain homeschooling, apalagi beraktifitas di ruang terbuka. Dia kehilangan masa kecil seperti anak-anak lainnya, berlari, bermain bola, bersepeda, dan sebagainya.

    Sejauh ini, Sumo masih bisa berdamai dengan kondisi tubuhnya dan bisa melewatinya hingga kini usianya sudah 17 tahun. Anak dengan fungsi otak normal terpaksa harus menjalani hidup bagaikan cacat fisik.

    Orang tua Sumo, Julien Lanes disela-sela acara Dengan Cinta belum lama ini mengatakan, awalnya Sumo disebut menderita tumor Pankreas, tapi akhirnya masih disebut Unknown Cancer karena tumor Pankreas tidak ditemukan setelah diperiksa di sejumlah rumah sakit, tetapi justru yang lebih menyedihkan adalah kompressi tulang atau keropos, sebagian dokter mengatakan mungkin sudah menyebar ke tulang.

    Ahli spine negeri ini maupun profesor di Singapura terkesima karena belum ada kasus seperti Sumo. Menurut Julien, pendapat dokter berbeda-beda.

    Perjalanan panjang yang harus dijalani Sumo lewat pemeriksaan demi pemeriksaan belum membuahkan hasil. Pada kesimpulan, Sumo harus dirujuk ke Jerman atau Belanda. "Sumo akan lumpuh jika tulang-tulangnya collapse ataupun lebih fatal kematian," kata Julian.

    Untuk membawa Sumo menjalani pengobatan di luar negeri membutuhkan biaya tidak sedikit. Julien pun terus berjuang agar buah hatinya bisa survive lewat gelaran berbagai event amal, seperti event Dengan Cinta yang digelar di Jakarta belum lama ini.

    Walau masih belum membuahkan hasil, Julien percaya pada ujian ini. Meski terlihat gagah walaupun diikat penyanggah, tak terlihat kesedihan, dan semangatnya yg luar biasa, imannya yang kuat – semua itu untuk mengajar kepada orang tuanya untuk lebih dekat kepada Tuhan, dan memberikan arti mengasihi.

    Event Dengan Cinta paling tidak membawa awareness bahwa kasus seperti Sumo itu ada, dan mungkin mewakilkan banyak Sumo-Sumo lain, agar menjadi perhatian di dunia kesehatan, pihak-pihak terkait maupun sekeliling untuk dibantu, diterima di masyarakat atau didukung, untuk terus berjuang, berkarya, mengejar impian dan cita-citanya sebagaimana anak-anaknya normal lainnya. (son)