Operasional Terminal Pondok Cabe Belum Optimal

    12
    TANGSEL (Bisnisjakarta)-
    Pasca peresmian pengoperasian Terminal Tipe A Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pembenahan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat di terminal tersebut terus ditingkatkan. Sejauh ini, terdapat 33 operator bus di Terminal Pondok Cabe dengan layanan tujuan beberapa kota di Jateng, Jatim maupun Yogyakarta.

    Untuk mempermudah masyarakat mengakses terminal Pondok Cabe telah dibuka pula layanan bus transjakarta menuju terminal tersebut. Tidak hanya itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan angkutan umum massal Jabodetabek Airport Connexion untuk menuju bandar udara Soekarno Hatta. Namun dalam proses perjalanannya, belum banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan Terminal Pondok Cabe.

    Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono menyampaikan perlu upaya bersama agar operasional Terminal Pondok Cabe berjalan optimal. “Bus-bus Antar Kota Antar Provinsi secara reguler sudah beroperasi melalui terminal ini, dari sisi terminal, selain fasilitas, kita juga terus meningkatkan layanan kepada masyarakat," kata Bambang.

    Bambang menyampaikan, langkah optimalisasi operasional Terminal Pondok Cabe telah disusun, namun dalam implementasinya perlu dilakukan bersama, termasuk dengan Pemerintah Daerah.
    “Kita sudah siapkan timeline-nya dan dalam pelaksanannya perlu keterlibatan semua pihak”, ujar Bambang.

    Lebih jauh dijelaskan pula bahwa langkah optimalisasi pengoperasian terminal Pondok Cabe antara lain terdiri dari pemindahan secara bertahap operasional pool ke dalam terminal Pondok Cabe, mewajibkan bus-bus untuk masuk terminal hingga peningkatan kinerja ruas Jl. K.H. Sahlem melalui manajemen rekayasa lalu lintas di ruas dan simpang. "BPTJ tidak bisa melaksanakan kegiatan yang telah kita susun timeline-nya tersebut sendiri, perlu dukungan serta keterlibatan rekan-rekan dari Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan, Kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja dan juga Direktorat Jenderal Perhubungan Darat," jelasnya.

    Bambang menambahkan, dukungan serta keterlibatan juga dibutuhkan dari Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat, dan Kota Depok dalam melakukan penataan layanan angkutan kota. “Untuk mengawal jadwal kegiatan yang telah ditetapkan, koordinasi dilakukan secara intens termasuk dengan melibatkan rekan-rekan operator Bus," ujar Bambang. (son)