Kemenkop Fasilitasi Kemitraan Petani Jagung dengan Usaha Besar

    8
    MADIUN (Bisnisjakarta)- Kementerian Koperasi dan UKM memfasilitasi kemitraan strategis antara petani jagung dengan PT Sido Agung Agro Prima di Kabupatrn Ngawi, Jatim. Perusahaan yang berlokasi di Cirebon tersebut berkomitmen untuk melakukan pembelian jagung petani sebagai antisipasi menjaga harga tetap stabil. "Kemitraan petani jagung dengan perubahan perusahaan besar menjadi kunci dalam menjaga harga jagung stabil pada panen raya yang sedang berlangsung saat ini," kata Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kadir Damanik, saat melakukan kunjungan ke sentra jagung di Desa Plumpuh, Kecamatan Rejuno, Kabupaten Ngawi, Senin (11/3). 

    Konsep kemitraan strategis yang akan dibangun akan terus disempurnakan seiring dengan berjalanan waktu serta tahapan praktek kemitraan yang sudah dijalankan.

    Dalam kunjungan kerjanya tersebut Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha mengawali dengan panen perdana yang ditandai dengan pemotongan tongkol jagung dari batangnya sekaligus bertemu dengan para petani. Para petani menyatakan bisa memproduksi jagung berkualitas melalui pemberian edukasi dan pendampingan.

    Dari Desa Plumpuh, Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha melanjutkan perjalanannya meninjau salah satu perusahaan yang mengelola mesin dryer diwilayah Caruban, Kabupaten Madiun yang mampu mengeringkan jagung sebanyak 40 ton per shift untuk menurunkan kadar air dari 30 persen menjadi 14-15 persen selama 7 jam dan dapat beroperasi selama 24 jam dengan total kapasitas 120 ton per hari. 

    Kadir megatakan setelah melalui proses pengeringan dapat memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan maka jagung hasil pengeringan tersebut langsung dibeli PT Sido Agung Agro Prima dan dikirim ke Cirebon.

    Dalam kunjungann tersebut turut hadir Wakil Bupati Ngawi Bapak Oni Anwar Warsono, para Kepala SKPD Kabupaten Ngawi, General Manajer PT Sido Agung Agro Prima, Ketua Induk Koperasi Syrkah Muamanah (Inkopsim), Ketua Kopsim Kabupaten Ngawi, Ketua Kopsim Kabupaten Madiun, Ketua LMDH Saradan serta para perwakilan petani jagung dari 3 Kabupaten, yaitu Ngawi, Madiun dan Bojonegoro. (son)