Mahasiswa UI Dukung Gerakan Selamatkan JICT

24

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Gerakan Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) seperti Front Mahasiswa Nasional (FMN), Gerakan Mahasiwa Nasional Indonesia (GMNI) dan BEM UI memberikan dukungannya terhadap penolakan privatisasi jilid II (2015-2039) pelabuhan nasional terbesar Jakarta International Container Terminal (JICT). Dukungan ini mencuat usai diskusi terkait dugaan kasus korupsi JICT di Perpustakaan UI, Depok, Jawa Barat, Jumat, 15 Maret 2019.

Ketua Ranting FMN UI Divar Akbar mengatakan, segenap elemen mahasiswa UI mendukung gerakan pengembalian pelabuhan JICT ke ibu pertiwi saat kontrak jilid I habis pada 27 Maret 2019.

“Hari ini kami mendeklarasikan dukungan terhadap gerakan penolakan privatisasi asing yang terindikasi korup dan merugikan rakyat,” ujar Divar.

Dirinya optimis aset strategis nasional ini bisa kembali ke Indonesia seperti Freeport dan Blok Rokan pada tahun ini. Divar melihat penyelesaian kasus JICT merupakan cerminan keberpihakan pemerintah saat ini kepada rakyat. “Makanya kami mendukug ini. Pelabuhan adalah sektor publik penting. Tidak boleh diprivatisasi apalagi di korup,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut dihadiri beberapa elemen buruh dan mahasiswa dari GMNI, FMN, Gabungan Serikat Buruh Independen Indonesia (GSBI) dan elemen gerakan mahasiswa UI lainnya. (grd)