Benahi Transportasi Jabodetabek, BPTJ Butuh Anggaran Rp 600 Triliun

    21
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, kebutuhan investasi untuk membangun angkutan umum dan infrastruktur di Jabodetabek serta pendukungnya dibutuhkan dana hingga Rp 600 triliun. Tapi dalam jangka pendek sampai 2018-2014 atau lima tahun dibuthkan sekitar Rp329.5 triliun. Demikian diungkapkan Bambang dalam diskusi Bedan Peran Strategis BPTJ di Jakarta, Kamis (21/3).

    Diskusi bertajuk Membedah Peran Strategis BPTJ menghadirkan sejumlah narasumber antara lain mantan Menhub Jusman Syafii Djamal, pengamat Kebijakan Publik Agus Pembagio, dan Direktur Utama Perum PPD Bapak Putu Yasa.

    Menurut Bambang, kebutuhan dana investasi itu sebagian besar diharapkan datang dari swasta dan BUMN. Hanya sedikit dari APBD yaitu sekitar 16% dan APBN 8,47%.

    Untuk meningkatkan pelayanan angkutan umum di wilayah Jabodetabek, menurut Bambang, pihaknya akan melakukan revitalisasi terminal, serta membangun trinsit operated develepmpent (TOD) bersama BUMN dan swasta. "TOD di wilayah Jakarta itu antara lain di Lebak Bulus, Pasar Senen, Pondok Cina. “Semua TOD itu berbasis rel atau (rail based) baik KAI atau MRT,” papar Bambang.

    Terkait dengan tugas pokok sesuai Perpres No.55/2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ), kata Bambang, wilayah kerjanya meliputi 3 provinsi dan 8 kota/kabupaten di sekitar Jakarta. "Sampai tahun 2029, key performent idicator (KPI) yang akan dicapai antara lain, moda share angkutan umum capai 60%, kecapatan kendaraan di jalan minimal 60 km/ jam. Kemudian waktu tempuh point to point angkutan umum maksimal 1.5 jam di jam sibuk,” kata Bambang.

    Jarak tempuh dari rumah maksimal 500 meter sudah ada kendaraan umum. Selanjutnya perpindahan antarmoda maksimal tiga kali. “Dengan begitu, orang makin enjoy naik kendaraan umu, dan mau tinggalkan mobil pribadi di rumah,” kata Bambang.

    Selama tahun 2018 lalu, papar Bambang, Pemerintah sudah mendistriusikan 1.000 bus untuk angkutan umum ke berbagai pemukiman di wayah Jabodetabek. Dari jumlah tersebut, sekitar 300 bus dioperasikan oleh Perum PPD.

    Tahun ini, tambah Bambang, Pemerintah menargetkan akan menambah 1000 bus angkutan umum, ke berbagai titik di Jabodetabek. "Termasuk ke kawasan pemukiman dan digunakan untuk melayani angkutan umum langsung ke pusat kota di Jakarta,” tegas Bambang. (son)