Kini, PPD Kembali Menjadi Raja Jalanan Ibukota

    86
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Dirut Perum PPD Pande Putu Yasa mengatakan, perusahaan yang dipimpinya perlahan sudah kembali ke masa kejayaannya. Kini, PPD sudah kembali menjadi “Raja Jalanan” di Kota Jakarta. Bukan hanya itu, load faktor bus-bus PPD terutama yang beroperasi sebagai Trans Jabodetabek, angkutan khusus Bandara Soekarno-Hatta terus berkembang. "PPD angkutan premium kini load factor-nya sudah melebihi 100% dan beberapa rute sudah ditambah armadanya,” kata Putu dalam diskusi Bedan Peran Strategis BPTJ di Jakarta, Kamis (21/3).

    Diskusi bertajuk Membedah Peran Strategis BPTJ menghadirkan sejumlag narasumber antara lain mantan Menhub Jusman Syafii Djamal, pengamat Kebijakan Publik Agus Pembagio, Kepala BPTJ Bapak Bambang Prihartono, dan Direktur Utama Perum PPD Bapak Putu Yasa.

    Putu mengatakan, PPD yang se.ula nyaris bangkrut dwngan armada 400 bus, kni sudah mencapai ribuan unit bus besar dan kecil. PPD kini juga sudah mengoperasikan bus pariwisata. Salah satunya bus pariwisata VVIP.

    Bus PPD kini bekrja sama dengan PT Angkasa Pura (AP) II sudah melayani angkutan khusus bandara. Bus PPD dari beberapa titik baik mall atau kawasan perumahan sudah melayani rute langsung ke Bandara Soetta.

    Untuk melayani kebutuhan kaum millenial dan wisatawan, bus PPD juga melayani ke beberapa mall dan kawasan bisnis utama di Kota Jakarta dan sekitarnya.

    PPD Jemput Bola

    Saat ini dan ke depan, kata Putu, Perum PPD mengambil sikap jemput bola dalam melayani masyarakat. "Kita memberikan pelayanan angkutan umum langsung dari pemukiman, kawasna bisnis bahkan sampai ke Bandara Soetta,” sebut Putu.

    Putra Bali itu menambahkan, para pengemudi dan asistennya di PPD rata-rata adalah jebolan dikla pengemudi smart di PKTJ atau lainnya. Dengan begitu, mereka dipastikan akan siap memberikan pelayanan ekstra dan nyaman.

    Sistem pembayaran atau gaji pada awak angkutan PPD, menurut Putu, kini dilakukan dengan sistem cashless atau melalui e-money. Dengan begitu, bisa dilakukan dapat cepat, tepat dan aman. “Pemanfaatan uang (gaji) mereka juga mudah dilakukan,” kilah Putu.

    Kalau dulu bengkel ada di setiap depo, sebut Putu, kini dipusatkan di Depo Ciputat dan dikelola dibawah SBU Perawatan. “Semua bus yang harus dirawat akan dikontrol dengan baik, dan ditangani SDM profesional dibawah PPD,” terang dia.

    Dengan sistem yang makin baik, serta didukung SDM profesional, Putu memastikan, PPD siap memberikan pelayanan terbaik kepada konsumennya. Bus-bus PPD juga siap melayani masyarakat di Jakarta bahkan Jabdetabek,” tegas Putu. (son)