Hari ini, MRT Resmi Beroperasi

    54
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Mimpi masyarakat Indonesia khususnya yang berdomisili di Jakarta untuk memiliki sebuah moda transportasi perkotaan modern akhirnya terwujud. Moda Raya Terpadu atau MRT Jakarta akan segera beroperasi melayani masyarakat Jakarta dan sekitarnya mulai hari ini. "Ini merupakan perwujudan mimpi masyarakat Indonesia yang sudah lama ingin memiliki moda transportasi modern seperti yang sudah ada di negara maju lain seperti Singapura, Cina, dan sejumlah negara maju lainnya,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Hengki Angkasawan di Jakarta, Sabtu (23/3).

    Dijelaskan Hengki, sebagai moda transportasi modern tentunya semua hal telah dipersiapkan operator MRT Jakarta mulai dari fasilitas di stasiun, fasilitas di dalam kereta, hingga moda yang terintegrasi dengan MRT. "Sebagaimana kita tahu fasilitas di stasiun MRT telah ditata sangat baik, nyaman untuk masyarakat termasuk bagi saudara kita kaum disabilitas. Belum lagi MRT ini juga akan terkoneksi dengan Bus Trans Jakarta termasuk dengan angkutan berbasis aplikasi daring yang telah disediakan area khusus drop off maupun pick up-nya,” jelas Hengki.

    Pemerintah berharap dengan dioperasikannya MRT Jakarta rute Bundaran HI – Lebak Bulus sejauh 15,7 kilometer ini dapat menjadi momentum perubahan budaya bertransportasi masyarakat dari angkutan pribadi ke angkutan massal.

    Lebih lanjut dijelaskan Hengki, dengan kehadiran MRT Jakarta selain dapat menekan angka kemacetan lalu lintas di ibu kota, juga dapat mendukung langkah Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan rasio penggunaan transportasi umum khususnya di Jabodetabek sebesar 60% dari total pergerakan orang di Jabodetabek pada 2029. "Rasio penggunaan transportasi umum di Jabodetabek pada 2018 telah mencapai 29,9% dari total pergerakan orang. Angka tersebut mencapai hampir setengah dari target,” ujarnya.

    Rencananya MRT Jakarta akan mulai beroperasi pada pukul 05.30 hingga 22.30 WIB dengan jarak antar kereta atau headway 10 menit dengan 7 rangkaian kereta. "Nantinya MRT akan mengupayakan headway 5 menit dengan 14 rangkaian kereta pada bulan Juni 2019,” lanjutnya.

    Sama dengan moda transportasi Commuterline Jobodetabek pada MRT Jakarta juga akan menerapkan sistem tapping kartu untuk ticketing penumpang.

    Menurut catatan PT MRT, pembangunan MRT Jakarta sebenarnya telah dicanangkan sejak tahun 1985. Pada rentang waktu tahun 1985-1995 berbagai studi terkait MRT telah dilakukan.

    Sempat tertunda akibat krisis moneter yang menerpa Indonesia saat itu akhirnya pada tahun 2013 Joko Widodo yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta terpilih secara resmi memulai tahap konstruksi MRT Jakarta.

    Lanjut Hengki, selain akan meresmikan MRT Jakarta menurut rencana Presiden RI juga akan melakukan pencanangan pembangunan MRT Fase 2. "Selain meresmikan MRT Jakarta, ini fase 1, Presiden RI rencananya juga akan melakukan pencanangan pembangunan MRT fase 2. Ini kelanjutan dari MRT sebelumnya,” ujarnya.

    MRT fase II rencananya akan memiliki rute dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Jakarta Kota. Pada rute ini akan dilengkapi delapan stasiun yang meliputi stasiun Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota, dan Kampung Bandan. (son)