Keren, Kemenpar Borong Public Relation Indonesia Awards

    53
    BANDUNG (Bisnisjakarta)-
    Kemenpar dianugerahi penghargaan bergengsi dengan merebut lima penghargaa  dalam ajang Public Relation Indonesia Awards (PRIA) 2019 yang diselenggarakan oleh PR Indonesia yabg digelar di Bandung, Kamis (28/3).

    Kategori yang berhasil dimenangkan Kemenpar yaitu pemenang Silver kategori Media Cetak (Ragam Pesona Kementerian Pariwisata),  pemenang Gold kategori E-Magazine (Pesona Kementerian Pariwisata), pemenang Silver kategori Media Sosial (Kementerian Pariwisata), pemenang Gold kategori SOP Pra Krisis Kementerian Pariwisata, dan pemenang sebagai Kementerian Terpopuler di Media 2018.

    Kategori Kementerian Terpopuler di Media ini dinilai berdasarkan hasil monitoring terhadap lembaga, kementerian, dan korporasi yang memiliki eksposur tertinggi selama setahun terakhir di lebih dari 150 media cetak se-Indonesia menggunakan media portal iSentia.

    Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti mengatakan, penghargaan tersebut menjadi suatu kebanggaan tersendiri sekaligus apresiasi bagi peran dan kinerja Kemenpar. "Ini kemenangan bersama hasil kerja keras seluruh tim redaksi yang selalu berusaha menghasilkan produk informasi terbaik," kata Guntur Sakti usai menerima penghargaan PRIA 2019.

    Menurut Guntur, di era serba digital saat ini masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi yang cepat tapi juga harus benar dengan dilengkapi data pendukung. Parameternya dinilai dari konsep 3C yang sering diusung Menteri Pariwisata Arief Yahya yaitu Calibration, Confidence dan Credibility. "Dengan penghargaan ini kami berharap kredibilitas Kementerian Pariwisata akan semakin diakui masyarakat dalam penyebaran informasi yang terpercaya," katanya.

    Pada 2018, Kementerian Pariwisata berhasil meraih penghargaan PRIA yang berlangsung di Surabaya untuk 3 kategori, yaitu Kementerian Terpopuler di Media 2017, kategori Media Internal Cetak (Ragam Pesona), dan kategori E-Magazine.

    Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, peran humas atau PR di Indonesia tidak hanya semakin strategis, namun juga penuh tantangan. Alasannya, rendahnya minat baca mayoritas masyarakat Indonesia menyebabkan berita hoaks atau kabar bohong mudah dan cepat menyebar luas. "Kondisi inilah yang menyebabkan masyarakat di negeri ini mudah percaya hoaks dan berita bohong. Hobinya hanya baca judul, langsung emosi dan terprovokasi,” ujar Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

    Ia berpesan agar praktisi PR selalu bergerak mengikuti dinamika zaman, tetap relevan, tidak berhenti berinovasi karena makin ke sini dunia makin digital.

    PR INDONESIA merupakan penyelenggara beragam aktivitas terkait dunia kehumasan. Mulai dari reguler Public & Inhouse Training PR, PR Meet Up, serta PR Indonesia Outlook, PR Summit &  Conference, dan Awards. PRIA mencerminkan pencapaian tertinggi kinerja komunikasi korporasi atau organisasi.

    Tahun ini, PRIA membagi apresiasi ke dalam 19 kategori yang penilaiannya dilakukan dengan cara nonpresentasi dan presentasi oleh total 15 juri yang ahli dalam bidangnya masing-masing. Jumlah entri PRIA 2019 mencapai 476 entri, meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 363 entri. (son)