ICSB Bantu UKM Masuki Pasar Global

    34
    YOGYAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengatakan, masih banyak UKM sulit menembus pasar ekspor karena kemampuan jaringan internasionalnya masih rendah. Disamping itu, bagi sebagian UKM, ekspor masih mahal apalagi jika menggunakan bahan baku impor. Hal itu disampaikan Puspayoga dalam pembukaan Rakernas I International Council for Small Business (ICSB) di Yogyakarta, Jumat (29/3). 

    Ia mengatakan pemerintah sudah membuat berbagai kebijakan yang memberi kemudahan bagi UKM melakukan ekspor. Salah satunya adalah dengan program Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), yang memberikan pembebasan bea masuk bahan baku impor untuk produk tujuan ekspor bagi UKM.  

    Selain itu,  kebijakan pemberian HAKI yakni hak hak cipta dan hak merek gratis bagi UKM, maka pelaku UKM memiliki perlindungan terhadap produknya dan tidak perlu takut lagi untuk ekspor.  Serta kebijakan lainnya,  seperti penurunan bunga KUR dan penurunan pajak UKM dan koperasi.  

    Namun, faktanya UKM sulit menembus ekspor karena minim pengetahuan terhadap jaringan pasar global.  Dalam hal inilah,  dikatakan Puspayoga, ICSB Indonesia membantu UKM untuk masuk ke pasar internasional.  "Jaringan internasional ini harus kita tangkap, dilain pihak ada ICSB  fokus pada ekspor," kata Puspayoga. 

    Puspayoga bersama Hermawan Kartajaya merupakan pendiri ICSB Indonesia. ICSB Indonesia membantu pengembangan UKM di tanah air bersama empat pilar, yaitu pemerintah,  pelaku usaha, akademisi dan peneliti. "Saya tertarik ikut mendirikan ICSB karena fokusnya pada ekspor produk UKM," lanjut Puspayoga. 

    ICSB berkantor pusat di Washington merupakan organisasi nonprofit global beranggotakan 80 negara memiliki afiliasi regional di 16 negara, termasuk Indonesia. ICSB berfungsi sebagai organisasi payung yang mengintegrasikan kegiatan beragam organisasi dan profesional yang berhubungan langsung dengan bisnis kecil. (son)