Kampanye Terbuka Dimanfaatkan Golkar Mengkapitalisasi Jokowi

    22
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-

    Kampanye terbuka saat ini yang bersifat masif karena mampu menghimpun banyak orang dalam satu tempat dan kesempatan, benar-benar dimanfaatkan partai politik untuk mendongkrak perolehan suara partai. Salah satunya adalah dengan mengkapitalisasi calon presiden yang diusung.

    Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus mengungkapkan, salah satu strategi partainya untuk mengoptimalkan dan meraup perolehan suara pemilih sebesar-besarnya adalah dengan mengkapitalisasi elektabilitas ketokohan Calon Presiden petahana Joko Widodo (Jokowi). "Seperti kampanye kemarin, Calon presiden nomor urut 01 Pak Jokowi di Makassar, saya dan ketua umum Golkar hadir memberi dukungan kepada Pak  Jokowi. Artinya bagaimana kita bisa mengkapitalisasi Pak Jokowi untuk Partai Golkar. Kita berharap mendapatkan coat-tail effect dari Pak Jokowi," sebut Lodewijk usai acara seminar bertema 'Pemilu Damai, Berintegritas dan Menyetejerahkan' yang diadakan Fraksi Partai Golkar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/4).

    Coat-tail effect atau efek ekor jas merupakan pengaruh figur dalam meningkatkan suara partai di pemilu. Diyakini Lodewijk, untuk kampanye terbuka saat ini yang bersifat masif dan dilakukan menjelang hari H pemungutan suara, coat-tail effect menjadi strategi partai yang sangat ampuh untuk mengoptimalkan perolehan suara partainya.

    Indikasinya bisa dilihat dari berbagai hasil survei yang menunjukkan adanya trend meningkatnya peroleh suara Golkar. "Jadi apa yang dilakukan Golkar baik mengkapitalisasi Pak Jokowi,  dan juga dari caleg-caleg kit di seluruh daerah telah memberi hasil positif. Artinya serangan darat maupun udara yang kita lakukan telah mampu terintegrasi dengan baik untuk menuju pemenangan Partai Golkar," ucapo mantan Danjen Kopassus ini.

    Di sisi lain, Lodewijk mengakui adanya hambatan menjelang pemungutan suara 17 April yang menyisakan waktu 2 minggu lalu yang dialami partainya. Ada riak kecil seperti kasus operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) terhadap anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso.

    Namun, ia meyakiini kasus tersebut tidak sampai mempengaruhi elektabilitas partai di Serentak Pemilu 2019. Sebab kasus Bowo murni kasus kepentingan pribadi yang bersangkutan. "Saya pikir Pak Bowo urusan pribadi, hanya bagian kecil dari 7 orang yang ada di situ. Jadi Pak Bowo biarkan selesaikan urusan pribadi, kami tetap menjaga elektabilitas Golkar yang cenderung naik," kata purnawirawan TNI bintang tiga ini.

    Lodewijk menegaskan kasus anggota Komisi VI DPR dari FPG itu tidak ada kaitanya dengan partai. Ia juga menegaskan tidak ada perintah partai kepada kader-kadernya untuk melakukan serangan fajar pada 17 April nanti. "Sebenarnya kita semua partai sepakat bahwa kita mau melaksanakan pemilu bermartabat dan berintegritas," kata Lodewijk. (har)