IOI-IBIMA Inisiasi OJD Bidang Industri Manufaktur

    24
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Institut Otomotif Indonesia (IOI) dan PT Insan Bisnis & Industri Manufaktur Indonesia (IBIMA) melakukan inisiasi program asistensi IKM-KUKM atau Sentra Usaha Mikro di bidang industri manufaktur – sektor otomotif Pulogadung "Kita sendiri telah bersinergi dengan IOI dan Kementerian Perindustrian terkait pengembangan sentra usaha IKM-KUKM agar produknya memiliki daya saing global," kata Presiden Direktur & CEO IBIMA Ir. I Made Dana Tangkas, M.Si., IPU, AER usai Kick Off Pengembangan KUKM Komponen Otomotif Pulogadung di Jakarta, Senin (8/4).

    Pelatihan yang dibuka Deputi
    Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria Br Simanungkalit, menghadirkan pembicara dari unsur Kemenprin, Diskop dan Perindustrian DKI Jakarta, anggota Gaikindo, pelaku IKM-KUKM Kawasan Industri Pulogadung, serta unsur Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) bidang otomotif.

    Menurut Made Tangkas, pemerintah terus berupaya mendorong pertumbuhan sentra usaha atau industri kecil dan menengah sebagai salah satu prioritas agar dalam perkembangannya, dapat lebih berdaya saing global, sehingga mampu memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap perekonomian nasional.

    Program ini, kata Made Tangkas, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing KUKM khususnya komponen otomotif, serta mampu memberikan peran dan sumbangsihnya, baik dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya maupun perluasan lapangan, dan kesempatan kerja.

    Asistensi IKM-KUKM sektor otomotif ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan kolaborasi dan senergi antar IKM-KUKM serta untuk peningkatan daya saing dan efisiensi industri otomotif (Safety, Quality, Cost, Delivery, Method, Productivity, Environment (SQCDMPE) yang ramah lingkungan sesuai dengan kriteria internasional.

    Made Tangkas berharap, In Class Training (ICT) semacam ini dapat meningkatkan kualitas SDM terkait pemahaman teknis tentang proses industri, komponen dan kemampuan bisnis dalam menangkap peluang dan pemasaran.

    Selain itu, kata dia, peningkatkan komunikasi, sharing dan networking antara sesama IKM & KUKM dalam mendukung rantai pasok untuk mencapai target penjualan 2.5 juta kendaraan pertahun hingga  2020.

    Yang lebih penting lagi, jelas Made Tangkas, peningkatan kesadaran akan pentingnya membangun industri yang ramah lingkungan sebagai bagian Ibukota Negara sebagai kota kelas dunia.

    Industri di Pulogadung menjadi target karena dalam rangka peningkatan standarisasi IKM-UKM di Kawasan Pulo Gadung yang dalam beberapa waktu ke depan persiapan meraih sertifikasi ISO serta peningkatan daya saing dan efisiensi IKM-UKM dalam rangka menjadi bagian supply chain (tier 1, tier 2 ataupun tier 3) agen pemegang merek otomotif dalam negeri.

    Selain pemberian bimbingan teknis dan bisnis, melalui in class training (ICT), nantinya kelompok IKM-KUKM di wilayah Pulogadung akan mendapatkan  asistensi on job training (OJD) terhadap 3 IKM-KUKM pilihan (pilot project) oleh konsultan IBIMA dan IOI berdasar kesepakatan pihak assosiasi IKM-UKM dan pihak Kemenkop dan UKM.

    OJD akan dilakukan selama tiga bulan dan akan dilakukan review di tengah periode dan di akhir periode oleh konsultan dan IOI untuk perbaikan maupun penentuan aksi atau program kerja berikutnya. (son)