Peruri Ekspor Buku Paspor ke Sri Lanka Senilai 2,1 Juta Dolar

    27
    KARAWANG (Bisnisjakarta)-

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno melepas ekspor 500.000 buku Paspor Sri Lanka produksi Perum Peruri) di Karawang, Selasa (9/4).

    Pengiriman ini merupakan yang terakhir setelah sebelumnya pada tahap pertama Peruri telah mengirim 500.000 buku paspor pada akhir 2018 dengan nilai total ekspor sebesar US$ 2,1 juta.

    Turut hadir dalam kesempatan ini, Menteri Dalam Negeri Sri Lanka, Hon. J. C. Alawathuwala, Jajaran Deputi Kementerian BUMN, Direktur Utama Peruri, Dwina Septiani Wijaya serta Direksi BUMN lainnya.

    Rini mengatakan, ekspor ini menunjukkan bahwa salah satu produk Peruri telah mampu menembus pasar internasional di tengah kompetisi bisnis yang semakin kompetitif. "Apresiasi saya kepada Manajemen Peruri dan saya terus mendorong agara Peruri juga bisa mengekspor produk-produk lain," kata Rini.

    Sejak tahun 2003, Peruri telah melakukan kerja sama dengan pemerintah Sri Lanka untuk memenuhi kebutuhan dokumen imigrasi berupa pencetakan Paspor Sri Lanka. Hingga 2018 Peruri telah mencetak Paspor Sri Lanka sebanyak 8 juta buku dengan nilai 15 juta dolar AS.

    Dwina bersyukur bahwa produksi Paspor Sri Lanka tahun pesanan 2018 telah selesai. Dalam proses pembuatannya, kata dia, Peruri menggunakan material dalam negeri sekitar 50% untuk tinta dan kertas sekuriti, selebihnya menggunakan material yang belum tersedia di dalam negeri.

    Sejak 2017 Peruri juga telah memulai memproduksi e-Paspor. Peningkatan kapabilitas Peruri tersebut membuka peluang yang lebih besar bagi Peruri untuk meraih pasar internasional dalam memproduksi produk sekuriti lainnya seperti uang kertas, koin, pita cukai dan prangko. (son)