JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Festival Pisangan Baru, pagelaran seni budaya serta Program Kewirausahaan Terpadu sukses digelar selama dua hari, 6-7 April 2019 di Jalan Ahmad Yani, Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur. Warga Matraman antusias menyambut festival ini. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara Matraman Community, PKT (Pengembangan Kewirausahaan Terpadu) Matraman, Oke Obe, Polsek Matraman, Kecamatan Matraman, dan Koramil Matraman.

Kasudin Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKMP) Kota Administrasi Jakarta Timur R. Igan Muhammad Faisal, menyambut baik kegiatan ini. Terutama kegiatan ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 102 Tahun 2018 tentang Pengembangan Kewirausahaan Terpadu. Pergub tersebut bisa menjadi pegangan bagi para SKPD untuk menjalankan program kewirausahaan.

“Dengan adanya festival ini masyarakat dapat melihat langsung produk-produk dari para pelaku usaha kecil menengah. Dengan demikian para pelaku usaha di wilayah Matraman dapat meningkatkan pendapatannya,” jelas Igan.

KUKMP Jakarta Timur juga akan menggelar dan Pop Up Market pada tahun ini. Diharapkan pelaku UKM dapat meningkatkan usahanya. “Pop Up Market itu seperti pasar malam. Satu kali penyelenggaraan itu tiga hari,” ujarnya.

Menurutnya, untuk waktu pasti pelaksanaan dan lokasinya akan ditentukan dari pihak kecamatan. Dijelaskannya, bazar dan Pop Up Market diselenggarakan untuk mewadahi para pedagang binaan yang ikut Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) dalam memasarkan produk-produk mereka. “Ini kan tahap P5-nya, pemasaran. Diutamakan pedagang binaan dari PKT, di luar itu boleh ikut sepanjang kuota masih ada,” tandasnya.

Kasudin yang didampingi Kasatpel UKM Matraman, Flora, serta Camat dan Lurah memberikan sertifikat Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) kepada pelaku usaha binaan Kasatpel UKM Matraman. Camat Matraman Bambang Eko Prabowo, optimis seni budaya Betawi dapat berkembang pesat di Kecamatan Matraman. Kepercayaan tersebut, salah satunya karena adanya gelaran Festival Pisangan Baru 2019. Melalui gelaran ini, generasi muda dapat lebih mengenal, melestarikan, dan memperkuat seni budaya Betawi. Budaya bangsa harus dilestarikan dan jangan sampai tererupsi di tengah era digital saat ini.

“Dalam kegiatan ini kita dapat saksikan ada tarian Betawi, palang pintu, pencak silat, Parade Ondel-Ondel, band musik Betawi, lenong, hingga kuliner Betawi,” jelasnya.

Tuti Sugihastuti, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Lurah Pisangan Baru, Matraman, menjelaskan, Festival Pisangan Baru sudah tiga kali diadakan dan selalu menyedot perhatian warga Matraman, dan warga dari wilayah lain.

Terbukti, selama dua hari pagelaran festival, pengunjung tidak pernah sepi.
Hal ini membuktikan bahwa warga sangat antusias mendukung kegiatan ini. Terlebih lagi kegiatan ini menampilkan berbagai hiburan dan berbagai jenis kebutuhan warga, seperti kuliner, fashion, aksesori, hingga herbal.

Dalam kegiatan ini, Panwaslu Kecamatan Matraman, Ir. Gustaaf A.P Thei, juga hadir dan menyampaikan himbauan agar warga Matraman untuk datang ke TPS pada tanggal 17 April Mendatang. “Gunakan hak pilih Anda di pemilu nanti. Jangan golput. Masyarakat dapat dengan mudah mengakses visi-misi yang ditawarkan peserta pemilu, dan mudah pula bagi publik mengkritisi penyelenggara pemilu,” jelasnya.

Godit, anggota Matraman Community mengatakan, band-band dari Matraman Community, seperti Savior, EF City, Primagir, The Kolot, ANT, membuat suasana Festival Pisangan Baru makin meriah. Matraman Community juga seringkali berpartisipasi dalam festival-festival di wilayah lainnya.

Danramil Matraman Mayor Inf Ahmad Yuono, menjelaskan, kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang tertib dan kondusif serta sarat hiburan. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran warga Matraman dalam menjaga wilayah selama kegiatan berlangsung sangat baik.

“Terima kasih kepada panitia Matraman Community yang sudah tiga kali mengadakan kegiatan ini dalam suasana yang begitu kondusif dan melibatkan berbagai komponen yang ada di wilayah Matraman,” jelasnya saat menutup acara Minggu malam (7/4) dan didampingi Kapolsek Matraman.

Kapolsek Matraman, Kompol Warsito menambahkan, melalui kegiatan ini generasi muda tak hanya menampilkan potensi seni budaya Betawi, tetapi juga dihimbau untuk menjauhi narkoba dan menghindari tawuran. “Semoga pada kegiatan mendatang pagelaran ini dapat lebih sukses dan lebih banyak melibatkan generasi muda dalam menampilkan potensi-potensinya,” harapnya. (grd)