Hasil Quick Count, Tujuh Partai Tak Lolos Parlemen

    3426
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Hasil quick count atau hitung cepat Pemilu 2019 yang digelar secara serentak untuk pertana kalinya tidak hanya menampilkan perolehan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) saja tetapi juga menyampaikan hasil perolehan suara partai politik (parpol) Pemilu Legislatif (Pileg).

    Pemilu Legislatif digelar untuk memilih calon anggota legislatif terpilih yang berhak duduk sebagai anggota legislatif di tingkat nasional (DPR RI), di tingkat provinsi (DPRD provinsi) dan di tingkat kabupaten/kota (DPRD kabuoaten/kota).

    Hingga pukul 18.00 WIB, Rabu (17/4),  saat perolehan suara masuk di atas 30 persen, hasil mayoritas quick count sejumlah lembaga survei menunjukkan dari 16 partai politik yang ikut dalam pemilu legislatif (pileg), hanya sembilan yang diprediksi lolos memiliki kursi di parlemen.

    Hasil quick count IndoBarometer dengan total data masuk di angka 34,59 persen hingga pukul 18.00 WIB, menempatkan PDI Perjuangan di peringkat pertama dengan raihan suara 21,98 persen. Di peringkat kedua Partai Gerindra (12,62%), Partai Golkar (12,14%), PKS (9,29%), PKB (8,98%),  Partai NasDem (7,68%), Partai Demokrat (7,06%), PAN (6,06%), dan PPP (4,41%).

    Sedangkan tujuh partai yang perolehan suaranya di bawah 4 persen atau tidak memenuhi ambang batas perolehan suara untuk  bisa memiliki kursi di parlemen sebesar 4 persen (parliamentary threshold) yaitu Partai Perindo (2,42%), Partai Berkarya (2,26%), PSI (2,10%), Partai Hanura (1,59%), PBB (0,71%), Partai Garuda (0,53%) dan PKPI (0,22%).

    Sementara itu, hasil quick count Pileg 2019 yang dibuat Poltracking Indonesia berdasarkan perolehan suara yang masuk hingga 51,45%, menunjukkan hasil serupa yaitu hanya sembilan partai politik yang diprediksi akan lolos ke parlemen sebesar 4%.

    Hasil qucik count Pileg 2019 yaitu di peringkat pertama PDI Perjuangan (19,94%), di peringkat kedua Partai Golkar (12,85%), Partai Gerindra (11,75%), PKB (11,66%), Partai Nasdem (8,89%), PKS (7,11%), Partai Demokrat (7,37%), PAN (5,59%), PPP (4,85%).

    Sedangkan tujuh partai lainnya diprediksi tidak lolos ke parlemen karena tidak memenuhi syarat parliamentry Threshold (PT) sebesar 4 persen yaitu Partai Perindo (2,88%), Berkarya (2,23%), Hanura (1,67%), PSI (1,51%), PBB (0,78%), Garuda (0,62%), serta PKPI (0,30%).

    Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) TI  Arief Budiman mengimbau hasil quick count yang dilakukan sejumlah lembaga survei sebaiknya hanya dijadikan sebagai informasi atau referensi. "Kalau ada quick count ada yang bikin exit poll, jadikan itu sebuah referensi. Jadikan itu sebagai sebuah informasi. Hasil resminya kapan, berapa hasil resminya, ya nanti nunggu ketika KPU menetapkan hasilnya," ujar Arief usai memantau proses penghitungan suara di TPS Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

    Arief menjelaskan sesuai dengan tahapan pemilu, rekapitulasi penghitungan suara dimulai sejak tanggal 18 April hingga 22 Mei 2019.

    Proses rekapitulasi suara dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat tempat pemungutan suara (TPS), kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan Nasional. "Nanti pedomani saja hasil (rekapitulasi suara) yang diungkapkan KPU," ujarnya.

    Ia memastikan KPU akan menjaga tranparansi dan akuntabilitas dalam proses rekapitulasi suara tersebut. Untuk itu, ia meminta peserta pemilu dan masyarakat hanya mempercayai hasil penghitungan suara yang akan disampaikan nanti berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU. "Apapun hasil yang ditetapkan tentu KPU mengajak kita semua untuk bisa percaya terhadap hasil yang ditetapkan. Andaikan memang ada bukti yang cukup, bahwa hasil itu tidak sesuai dengan yang Anda lihat Anda yakini, ruang untuk mengajukan sengketa itu sudah disediakan juga. Sengketa hasil itu bisa diselesaikan di MK (Mahkamah Konstitusi)," tegas Arief. (har)