Unggul di Quick Count, Jokowi Minta Tetap Bersabar

    49
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-

    Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (paslon) Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul dalam perhitungan cepat (quick count) yang digelar sejumlah lembaga survei. Meski diunggulkan hitung cepat, namun paslon nomor urut 01 ini meminta pendukung tetap bersabar dalam menatap kemenangan.

    Pernyataan disampaikan Jokowi dalam keterangan pers usai melihat hasil quick count Pilpres 2019. Sejumlah lembaga survei hampir menyelesaikan proses quick count Pilpres 2019. Hasil hitung cepat, menunjukkan mayoritas memperoleh data yang mengunggulkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. "Dari indikasi exit poll dan quick count telah kita lihat semuanya, tapi kita harus bersabar dan menunggu perhitungan dari KPU secara resmi," ujar Jokowi didamping Ma'ruf Amin dalam keterangan pers di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Rabu (17/4).

    Pada acara nonton bareng hasil Pemilu 2019 itu, dihadiri juga para ketua umum Parpol pendukung koalisi Paslon 01. Mereka adalah Surya Paloh (NasDem), Diaz Hendropriyono (PKPI), Oesman Sapta Odang (Hanura), Airlangga Hartarto (Golkar), Suharso Monoarfa (PPP), Muhaimin Iskandar (PKB), Grace Natalie (PSI), Yusril Ihza Mahendra (PBB), dan Hary Tanoesoedibjo (Perindo).
    Pernyataan disampaikan Jokowi dalam keterangan pers usai melihat hasil quick count Pilpres 2019. Jokowi mengapresiasi seluruh pihak yang telah melancarkan Pemilu 2019.

    Meski menang di quick count, Jokowi mengimbau pendukungnya bersabar menunggu perhitungan resmi KPU. Dia juga meminta seluruh masyarakat agar menjaga perdamaian dan menghargai perbedaan pilihan politik. "Marilah kembali bersatu sebagai saudara sebangsa setanah air, setelah pileg dan pilpres. Merajut kerukunan kita sebagai saudara setanah air," ucap Jokowi.

    Ada lebih dari 192 juta orang terdaftar sebagai DPT. Mereka yang berada di Indonesia, memilih di 810.329 TPS yang dijaga oleh 7,2 juta panitia pemilu. Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf sendiri telah dinyatakan unggul versi hitung cepat sejumlah lembaga survei.

    Saat menyampaikan pernyataan politiknya, suara masuk dari sejumlah survei sudah mencapai di atas 60 persen yaitu dari Indo Barometer dengan suara masuk mencapai 68,33 persen. Hasilnya Jokowi-Ma'ruf: 53,2 persen, sedangkan Prabowo-Sandi: 46,8 persen.

    Kemudian Indikator Politik Indonesia dengan suara masuk mencapai 75,64 persen, Hasilnya Jokowi-Ma’ruf: 54,38 persen, sedangkan Prabowo-Sandi: 45,62 persen.

    Kemenangan untuk Jokowi juga tampak dari hasil quick count sementara Saiful Mujani Research Center (SMRC). Sampel yang masuk sudah 70,59 persen. Hasilnya, Jokowi-Ma'ruf Amin mendapat 54,95 persen. Sementara Prabowo-Sandi hanya 45,05 persen.

    Hasil quick count dari Charta Politika sudah mengumpulkan sampel 76,55 persen. Hasilnya, Jokowi-Ma'ruf Amin menang dengan 54,68 persen. Sementara Prabowo-Sandi hanya 45,32 persen.

    Penggiringan Opini Survei

    Perbedaan pernyataan sikap disampaikan Prabowo Subianto. Capres nomor urut 02 ini menengarai ada upaya penggiringan opini lewat quick count sejumlah lembaga survei bahwa pihaknya kalah di Pilpres 2019. "Saya tegaskan pada rakyat Indonesia bahwa ada upaya dari lembaga survei tertentu yang kita ketahui memang sudah kerja untuk satu pihak untuk giring opini seolah kita kalah," kata Prabowo dalam keterangan pers disampaikan Prabowo di halaman kediamannya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan.

    Sebab, menurut Ketua Umum Partai Gerindra ini exit poll maupun quick count internal Badan Pemenangan Nasional (BPN) menyatakan Prabowo-Sandiaga telah unggul. "Hasil exit poll di 5.000 TPS kita menang 55,4 persen. Hasil quick count kita menang 52,2 persen," ungkap Prabowo.

    Oleh karena itu, Prabowo meminta para pendukungnya untuk mengawal kemenangan yang telah diraih.  Para pendukungnya diminta tetap fokus mengawal kotak suara. "Kita fokus mengawal kotak suara karena kotak suara itu kunci kemenangan kita, agar kebogongan-kebohongan yang sudah dilakukan bisa dilawan," tegasnya.

    Selain itu, Prabowo juga mengungkap beberapa kecurangan dalam Pemilu Serentak 2019 yang baru pertama kali diadakan sepanjang penyelenggaraan pemilu di tanah air ini.

    Prabowo mengungkapkan sejak selesai menggunakan hak pilihnya, dirinya langsung mengawasi perkembangan pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Indoenesia. Ia banyak menerima laporan-laporan yang merugikan pihaknya. "Banyak surat suara yang tidak sampai, bahkan ada TPS buka pukul 11.00 WIB, banyak pendukung kita tidak dapat undangan dan sebagainya. Belum lagi yang ditemukan surat suara dicoblos 01," ungkap Prabowo.

    Kendati demikian, ia tetap mengimbau kepada para pendukungnya untuk tidak terprovokasi atas adanya hasil lembaga survei yang menunjukkan Prabowo – Sandiaga kalah. Justru, Prabowo tetap meminta para pendukungnya untuk mengawal kemenangan di TPS-TPS agar terhindar dari kecurangan. "Saudara sekalian jangan terpancing, awasi TPS amankan C1 dan jaga di kecamatan jangan lengah. Saya imbau pendukung saya semua agar tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk tidak lakukan tindakan anarki," tegasnya. (har)