BTN Catatkan Kredit Naik 19,57 Persen

    17
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    BTN mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan naik dari Rp 202,5 triliun pada triwulan I/2018 menjadi Rp 242,13 triliun atau sebesar 19,57 persen. "Kenaikan positif pada penyaluran kredit dan pembiayaan BTN tersebut  berada di atas rata-rata industri perbankan nasional sebesar 12 persen," kata Dirut BTN Maryono saat paparan Kinerja BTN Triwuan I di Jakarta, Selasa (23/4)

    Maryono mengungkapkan, perseroan konsisten menggelar berbagai aksi strategis, kemitraan, dan promosi agar kian ekspansif dalam menyalurkan kredit. Meski tetap fokus dalam bisnis inti perseroan di bidang pembiayaan perumahan, Maryono berujar pihaknya terus aktif memacu akselerasi kredit di sektor non-perumahan.
    Maryono menjelaskan, kuatnya pertumbuhan kredit BTN tersebut bersumber dari lini sektor perumahan dan non-perumahan. Di sektor perumahan, kredit tercatat tumbuh 19,11% yoy dari Rp184,46 triliun pada akhir Maret 2018 menjadi Rp219,72 triliun di akhir Maret 2019.

    Menurut Maryono, permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang masih tinggi menjadi pendorong kuat kenaikan total kredit di segmen ini. Catatan keuangan BTN merekam KPR Subsidi naik 28,87% dari Rp79,14 triliun per 31 Maret 2018 menjadi Rp101,99 triliun di periode yang sama tahun ini.

    Per triwulan I/2019, KPR Non-Subsidi pun naik sebesar 14,37% menjadi Rp79,83 triliun. Dengan capaian tersebut, KPR emiten bersandi saham BBTN ini tumbuh sekitar 22,07% menjadi Rp181,83 triliun pada 31 Maret 2019. Rapor hijau tersebut sukses menempatkan BTN sebagai pemimpin pasar di segmen KPR dengan pangsa sebesar 39,35% per Desember 2018. BTN juga masih menempati posisi wahid di pasar KPR Subsidi dengan pangsa sebesar 92,96% per 31 Maret 2019.

    Kemudian, di segmen kredit perumahan, kredit konstruksi juga terpantau naik 8,96% menjadi Rp29,45 triliun pada akhir Maret 2019. Pada akhir bulan ketiga tahun ini, kredit perumahan lainnya tercatat telah disalurkan senilai Rp8,44 triliun.

    Di sektor kredit non-perumahan, Bank BTN juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 24,24%. Kenaikan tersebut ditopang laju positif penyaluran kredit di segmen kredit konsumer dan kredit komersial yang naik masing-masing sebesar 25,53% yoy menjadi Rp4,97 triliun dan 23,88% yoy menjadi Rp17,43 triliun per triwulan I/2019.

    Pertumbuhan kredit BTN juga mendorong kenaikan aset perseroan sebesar 16,47% dari Rp258,73 triliun pada triwulan I/2018 menjadi Rp301,34 triliun. Nilai aset tersebut masih mengukuhkan predikat BTN sebagai bank dengan aset terbesar kelima di Indonesia. Penyaluran kredit, kata dia, juga mendukung perolehan pendapatan bunga BTN yang naik 21,69% yoy dari Rp5,27 triliun menjadi Rp6,42 triliun per akhir Maret 2019. Dengan pendapatan bunga tersebut, laba bersih Bank BTN per Maret 2019 menjadi senilai Rp723 miliar.

    Sementara itu, di tengah kondisi likuiditas secara nasional yang tumbuh terbatas, BTN tetap mampu mencatatkan kinerja positif pada penghimpunan dana masyarakat. Per 31 Maret 2019, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun BBTN mencapai Rp215,82 triliun atau naik 10,98% dari Rp194,48 triliun di periode yang sama tahun lalu. (son)