707

Kemacetan Parah JICT Akibat Gangguan Sistem, Pemerintah Diminta Evaluasi Hutchison

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (SP JICT) M Firmansyah mendesak pemerintah mengevaluasi serius Hutchison di JICT karena kemacetan parah pelabuhan yang terjadi dalam tiga hari terakhir.

“Menurut informasi perwakilan Hutchison Indonesia, sistem operasi JICT yang disewa dari Hong Kong (N.gen) ada gangguan. Namun kami mendapat informasi lain, gangguan sistem tersebut karena Hutchison ingin remote operasional JICT langsung di Hong Kong,” ujar Firman dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis.

Firman menyampaikan Pelindo II sebagai perwakilan pemerintah seharusnya bisa melakukan kontrol berupa check and balance kepada Hutchison jika ada langkah-langkah kontroversial.

Akibat kemacetan parah tersebut, diprediksi kerugian pengusaha truk, pemilik kapal dan pemilik barang bisa mencapai puluhan milyar. Belum lagi dampak buruk kepada masyarakat akibat kemacetan di sekitar pelabuhan.

Menurutnya ini adalah rangkaian kontroversi yang selama ini telah merugikan pekerja dan publik.

“Tahun 2015, JICT rugi puluhan milyar karena mogok kerja akibat manajemen PHK lewat email tengah malam. Tahun 2017, manajemen rugi puluhan milyar karena mogok kerja penolakan privatisasi ilegal Hutchison. Belum soal penembakan mobil pekerja di daerah lini 1 JICT yang tidak tuntas diungkap dan 4 kematian pekerja dalam 18 bulan tanpa investigasi komperehensif,” ujar Firman.

“Manajemen JICT juga melakukan PHK kepada 400 pekerja lewat modus pergantian vendor sehingga terjadi penurunan produktivitas dan marak kecelakaan kerja. Bahkan kita tahu kontroversi terbesar Hutchison yakni indikasi korupsi dan pelanggaran aturan dalam perpanjangan kontrak JICT jilid II,” katanya.

Pekerja JICT telah meminta berkali-kali kepada Presiden Jokowi untuk menghentikan kontrak privatisasi JICT kepada Hutchison dengan indikasi pelanggaran aturan dan kerugian negara Rp 4,08 trilyun.

Secara SDM, fasilitas dan teknologi, gerbang ekonomi nasional JICT siap dikelola secara mandiri. Pasar JICT _captive_ sehingga tidak terpengaruh dengan keberadaan Hutchison.

“Pertanyaannya kenapa sampai saat ini baik Pelindo II dan pemerintah masih diam dalam menyikapi kontroversi Hutchison?” Ujar Firman. (grd)