Jokowi Menang di 20 Provinsi Prabowo Menang di 14 Provinsi

    106
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus memperbarui perolehan perhitungan suara berdasarkan rekam C1 plano yang masuk (real count) Pilpres 2019. Jumlah total wilayah pemilihan terbagi menjadi 35 wilayah, yaitu 34 provinsi di Indonesia dan satu wilayah untuk luar negeri.

    Berdasarkan hasil terbaru real count KPU Pilpres 2019, Jumat (26/4) per pukul 18.15 WIB, paslon urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih unggul dari paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

    Hasil real count Pilpres tersebut menampilkan persentase penghitungan suara dari 314.041 tempat pemungutan suara (TPS) atau 38.61081%  dari 813.350 TPS.

    Pasangan Calon Presiden Nomor urut 01 Joko Widodo dan Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) menguasai 21 Wilayah (20 provinsi+Luar Negeri), sedangkan Pasangan Capres Prabowo Subianto-Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo-Sandi) menang di 14 Provinsi.

    Dari perolehan suara per wilayah, provinsi-provinsi yang dikuasai Jokowi-Ma'ruf yaitu
    Sumut, Lampung, Kepri, DKI Jakarta, Jateng, DIY, Jatim, Bali, NTT, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Sulut, Sulteng, Gorontalo, Sulbar, Maluku, Papua, Papua Barat, Kaltara, dan Luar Negeri.

    Sedangkan 14 provinsi yang dimenangi Prabowo-Sandi yaitu Aceh, Sumbar, Riau, Jambi, Sumsel, Bengkulu, Babel, Jabar, Banten, NTB, Kalsel, Suktra, Sulsel, Malut.

    Dari hasil real count sementara itu, paslon urut 01, pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul dengan perolehan suara sebanyak 33.220.102 atau 56.33%, sedangkan Paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandia memperoleh suara sebanyak 25.754.352 atau 43.67%.

    Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf, Lukman Edy memperkirakan dari data tersebut jumlah data yang masuk untuk Jokowi-Ma'ruf sudah mencapai 35 juta suara, sedangkan Prabowo-Sandi memperoleh sekitar 26 juta suara.

    Khusus untuk Luar Negeri, Lukman mengapresiasi kemenangan Jokoi-Ma'ruf tersebut. "Ini kemenangan di luar negeri patut kita syukuri," ucap Wakil Ketua Komisi II DPR dari Partai kebangkitan Bangsa (PKB) ini. (har)