Kemenpar Susun Panduan Mitigasi bagi Destinasi Pariwisata Rawan Bencana

    34
    SIMALUNGUN (Bisnisjakarta)-
    Kemenpar menyusun Panduan Mitigasi Bencana di Destinasi Pariwisata rawan bencana untuk meminimalisasi risiko yang mungkin timbul saat terjadi bencana. Pematangan rancangan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perancangan Destinasi Pariwisata di Kawasan Rawan Bencana di Parapat, Simalungun, Sumut, Senin (29/4).

    Kegiatan itu merupakan rangkaian terakhir dari enam rangkaian Bimtek serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di Banten, Makassar, Lombok, Yogyakarta, dan Banyuwangi. Adapun Bimtek diselenggarakan dengan membagi tema sesuai dengan potensi bencana di wilayah tersebut.

    Kepala Bidang Bina Pemasaran Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara Muchlis mengatakan, berdasarkan data BPBD yang terangkum dari data historis selama tiga tahun terakhir, tanah longsor merupakan salah satu dari 14 bencana yang paling sering terjadi di Sumatera Utara, baik yang disebabkan oleh alam maupun manusia.

    Kepala Bidang Perancangan Destinasi Kemenpar Abdul Rahman menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya untuk mendukung terwujudnya visi Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan, serta mampu mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat.

    Oleh karena itulah penyelenggaraan rangkaian Bimtek Perancangan Destinasi Pariwisata di Kawasan Rawan Bencana menjadi penting dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Terlebih bila mengingat bahwa 8 dari 10 Destinasi Prioritas Pariwisata termasuk dalam kawasan rawan bencana alam.

    Adapun tujuan Perancangan Destinasi Pariwisata di Kawasan Rawan Bencana ini ialah memberikan materi kepada peserta terkait pengembangan destinasi pariwisata yang berbasis mitigasi bencana dan menyinergikan arah kebijakan pengembangan kepariwisataan di kawasan atau destinasi rawan bencana.

    Bimtek diikuti para peserta yang terdiri dari perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan pemangku kepentingan pariwisata di Sumatera Utara. "Ini menandakan bahwa Sumatera Utara telah memiliki kesadaran pentingnya pengembangan destinasi pariwisata yang berbasis mitigasi bencana,” katanya.

    Selanjutnya, seluruh masukan dan paparan pada Bimtek ini akan dijadikan sebagai bahan masukan untuk penyusunan buku Panduan Mitigasi Bencana di Destinasi Pariwisata. (son)