Menpar Proyeksikan Devisa Tembus 18 Miliar Dolar AS

    11
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Menpar Arief Yahya memproyeksikan devisa pariwisata Indonesia akan menembus kisaran 17,6 hingga 18 miliar dolar AS atau jauh melampaui CPO yang selama ini menjadi penghasil devisa terbesar. "Saya sudah sampaikan angka ini kepada Presiden Joko Widodo ketika Presiden menanyakan proyeksi pariwisata tahun ini,” kata Menpar di Jakarta, Selasa (14/5).

    Menpar menjelaskan, angka proyeksi 18 juta wisman tersebut, meskipun masih di bawah target yang ditetapkan sebesar 20 juta, telah menunjukkan pertumbuhan pariwisata Indonesia selama lima tahun ini sudah dua kali lipat atau rata-rata di atas 20 persen pertahun. "Ketika pertama kali saya menjabat menteri pariwisata pada 2015, kunjungan wisman ketika itu sebesar 9 juta, kemudian dalam perjalanan lima tahun melonjak hingga 18 juta atau tumbuh dua kali lipat,” kata Arief Yahya.

    Sementara itu dari sisi perolehan devisa pariwisata tahun ini diproyeksikan mencapai 17,6 miliar dolar AS hingga 18 miliar dolar AS atau jauh melampaui CPO yang tahun lalu tercatat sebagai penghasil  devisa tertinggi di negeri ini.

    Tahun lalu, kata Arief Yahya, ketika devisa pariwisata mencapai 16,1 miliar dolar AS dari kunjungan sebanyak 16,4 juta wisman posisi pariwisata sudah menyamai CPO. Sedangkan devisa dari batubara stabil berada di posisi ketiga. "Kalau dahulu di era 1980-an ketika migas berjaya, kita menyebut dua sumber terbesar devisa yaitu migas dan nonmigas, sekarang kita ubah sumber devisa pariwisata dan nonpariwisata,” kata Arief Yahya. (son)