Digadang Calon Ketua DPR, Puan Bangga Jika Bisa Ukir Sejarah

    25
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Ketua PDIP nonaktif Puan Maharani digadang menjadi kandidat terkuat sebagai Ketua DPR RI. Puan mengaku patut berbangga apabila ada perempuan menjadi Ketua DPR RI sebab akan terukir dalam sejarah sebagai perempuan pertama yang duduk sebagai Ketua DPR RI. "Kamu (kepada awak media) harus bangga ini kalau ada perempuan. Saya belum tahu, belum bicara sampai ke situ. Masih nunggu real count, kita tunggu saja," menjawab pertanyaan wartawan mengenai peluang dirinya menjadi Ketua DPR RI di Jakarta, Selasa (14/5).

    Puan mengaku saat ini dirinya masih fokus mejalnkan tugasnya sebagai Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). "Belum ada pembicaraan di internal terkait penugasan atau posisi-posisi tertentu di tempat lain," kata Puan.

    Kendati demikian, Puan membenarkan dirinya menjadi salah satu kandidat Ketua DPR RI mendatang. Namun hasil akhirnya belum diputuskan oleh PDIP.  "Ya mungkin kandidat. Tapi belum ada hal lain yang akan menjadi keputusan," ujarnya.

    Dia mengakui peluangnya menjadi Ketua DPR RI terbuka lebar karena penentuan susunan komposisi pimpinan DPR tidak lagi didasarkan atas pengajuan paket yang diputuskan melalui pemungutan suara (voting). Pada Pemilu 2014 lalu, pemilihan pimpinan DPR dilakukan melalui voting setelah lembaga parlemen tersebut terbelah menjadi dua kubu yaitu Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi merah Putih (KMP). "Alhamdulillah sesuai UU MD3, partai pemenang pemilu dan sesuai suara proporsional nantinya yang menduduki pimpinan di DPR. Tapi siapa kemudian bagaimana kriteria dan lain-lain itu kan masalahnya ada di internal partai masing-masing," tegasnya.

    Puan diketahui kembali maju di Pileg 2019. Ia dipastikan lolos ke Senayan sebagai caleg dengan perolehan suara terbanyak di internal PDIP. Puan lolos ke Senayan dari dapil Jawa Tengah V dengan perolehan 420 ribu suara.

    Berdasarkan UU MD3 No 2/2018, kursi Ketua DPR diberikan kepada parpol dengan raihan suara terbanyak. PDIP diprediksi memiliki kursi Ketua DPR karena unggul di posisi pertama versi hitung cepat dan rekapitulasi sementara Pileg 2019. Mereka diprediksi meraih 133 kursi DPR.

    Wakil Ketua MPR RI merangkap ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengakui jika Puan Maharani terpilih sebagai ketua DPR RI maka DPR akan membuat sejarah baru dengan memiliki Ketua DPR RI pertama dari kalangan perempuan. Bahkan untuk pimpinan DPR sekalipun (Wakil Ketua DPR RI) bisa menoreh sejarah karena belum pernah ada pimpinan DPR dari kalangan perempuan. "Mbak Puan mungkin akan membuka sejarah perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR RI dalam sejarah," kata Muhaimin.

    Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung jika PDIP menunjuk Puan Maharani sebagai calon Ketua DPR. "Saya sangat setuju saja jika Puan jadi Ketua DPR," kata Bamsoet.

    Untuk partainya sendiri, Partai Golkar, Bamsoet memastikan akan berada di urutan kedua setelah PDIP. Namun, ia mengatakan untuk kursi Wakil Ketua DPR RI yang berada dalam genggaman Partai Golkar, penunjukan calon Wakil Ketua DPR merupakan wewenang Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. "Kalau Golkar nanti kita kembalikan ke pimpinan Golkar, ke Ketua Umum Golkar, ke dewan pimpinan pusat partai Golkar," kata Bamsoet.

    Ia juga memastikan memberi kesempatan kepada kader Golkar lainnya untuk duduk sebagai Wakil ketua DPR RI. "Kalau saya sendiri mau jadi anggota biasa saja," ujarnya.

    Berdasarkan hasil hitung suara legislatif DPR RI 2019 tingkat nasional di laman KPU, Selasa (14/4) pukul 13.00 WIB, PDIP memperoleh sura terbanyak dengan persentase 20,6%. Posisi selanjutnya diisi Partai Golkar (13,1%), Gerindra (11,62%), Nasdem (9,72%), dan PKB (9,42%).

    Sedangkan untuk kursi Ketua dan Wakil Ketua MPR sesuai ketentuan UU penentuannya akan didasarkan sistem paket. Dengan demikian akan ada sejumlah paket yang akan diajukan fraksi-fraksi di DPR dan kelompok DPD untuk mengajukan perwakilannya sebagai pimpinan MPR. (har)