Berikut Nama Empat Tokoh Jadi Target Pembunuhan

    9
    JAKARTA (Bisnisjakarta)- 

    Jenderal Pol. Tito Karnavian mengungkap keempat nama tokoh yang menjadi target. Mereka adalah Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen Gories Mere.

    Nama-nama tersebut merupakan target pembunuhan  yang disebut enam orang tersangka yang diperiksa  terkait kerusuhan Aksi 22 Mei. Kelompok bersenjata yang ditangkap polisi menargetkan 4 tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei swasta sebagai target pembunuhan.

    Tito menjelaskan keempat tokoh nasional yang menjadi target pembunuhan itu berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para tersangka yang dicatat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

    Menurut Tito, dalam proses hukum beracara BAP merupakan sumber resmi yang pro justicia. "Jadi bukan karena informasi intelijen," terangnya.

    Terkait dengan seorang nama lembaga survei yang juga menjadi target pembunuhan, Tito enggan mengutip. Akan tetapi, ia menjamin pihaknya telah memberikan pengamanan sejak awal menerima informasi ancaman.

    Saat ini, penyidikan yang dilakukan Polri  memburu orang yang memberi perintah kepada para enam tersangka itu. Semua  data dan informasi masih terus dikumpulkan dan dikembangkan. "Kita masih kembangkan ke orang yang menyuruh, mudah-mudahan tidak lama lagi (bisa ditangkap-red)," ucap Tito.

    Untuk diketahui pasca kerusuhan demo 22 Mei 2019 di depan Kantor Bawaslu yang menuntut penyelesaian kecurangan Pemilu 2019. Polri menangkap enam orang tersangka. Mereka diduga memprovokasi massa untuk menyerang aparat keamanan yang  berjaga gedung Bawaslu.

    Pada demo pertama di siang hari hingga sore masaa pendemo berlangsung damai. Namun, aksi demo  kedua kembali terjadi dengan kelompok massa yang berbeda. Kelompok massa kedua ini bersifat agresif dengan menyerang aparat keamanan.

    Hasil penyelidikan para ahli menyebutkan enam tersangka merencanakan lembaga penelitian swasta. Tak hanya itu, mereka juga melakukan aksi penembakan saat aksi pada 21-22 Mei 2019. (har)