IOI Dorong Bangun Industri Berbasis Masyarakat

    31
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Menghadapi era industri 4.0, persiapan para pelaku industri otomotif terus didorong  menyiapkan daya saing produk bukan hanya untuk kebutuhan dalam negeri, tapi juga kompetensi teknologi agar bisa memasuki pasar global. "Industri dalam negeri yang menghasilkan komponen produk otomotif khususnya yang berbasis masyarakat, harus memiliki daya saing global agar dapat bersaing di era industri 4.0," kata Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) I Made Dana Tangkas saat buka bersama di Jakarta, Kamis (30/5).

    Dalam acara bukber dan silaturahmi yang dihadiri kalangan Asosiasi dan Perkumpulan Otomotif, kalangan industri, akademisi serta media massa, Dana memaparkan makalah bertajuk "Membangun Industri Otomotif yang Terintegrasi dan Persiapan Industri 4.0".

    Dana menjelaskan, menjadi point penting adalah bagaimana membangun industri yang tepat guna tanpa harus membangun industri dengan investasi yang besar dengan nilai triliyunan, tapi dengan mengembangkan industri otomotif berbasis masyarakat atau UKM investasi yang dilakukan bisa cukup di angka ratusan juta.

    Akan halnya tujuan dimaksud, Dana mengatakan, kompetensi dalam pembangunan sumber daya manusia menjadi penting, dan ini sudah dilakukan oleh pelaku industri otomotif dengan dukungan regulasi yang ada.

    Menjawab perihal komitmen pemerintahan baru, Dana mengungkapkan, kesiapan industri Indonesia dalam prespektif Revolusi Industri 4.0  berbasis teknologi harus menjadi perhatian. "IotI, Robot, Big data, cloud dan teknologi autonomos harus bisa kita ciptakan di dalam negeri, apalagi menuju 2025 kita harus siap merebut teknologi itu, sehingga kita bisa membangun industri otomotif yang mandiri," ujar Dana.

    Turut hadir dalam acara silahturahmi tersebut antara lain Ketua Umun Pramarin Sjaifuddin Tahir, praktisi kemaritiman Laksamana D.A Mamahit, Presiden Direktur Komatsu Indonesia Pratjojo Dewo, dan Komisaris UTE Hilman Risan, Direktur Politeknik STMI Mustofa, Direktur Politeknik APP Ahmad Wimbo, Ketua Umum PIKKO Rosalina Faried, dan Ketua Tim Ahli Otomotif Ravindra Airlangga. (son)