Jadi Irup, Presiden Jokowi Ungkap Jasa Almarhumah Ani Yudhoyono untuk Negara

    33
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Dalam posisinya sebagai mantan Ibu Negara, pemakaman almarhumah Kristiani Herrawati (Ani Yudhoyono) dilakukan dalam prosesi  upacara militer di Taman Makam Pahlawan (TPM) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (2/6). Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertindak sebagai inspektur upacara (irup) mewakili negara melepas kepergian Ani Yudhoyono.

    Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan meski Ani secara fisik meninggalkan dunia, namun jasanya tetap diingat oleh rakyat Indonesia.  "Flamboyan telah pergi. Namun akan tetap hidup di hati kita semua, rakyat Indonesia yang mencintainya," ujar Jokowi.

    Istilah Flamboyan diungkapkan Presiden Jokowi karena diketahui Flamboyon merupakan salah satu judul puisi favorit Ani Yudhoyono bersama SBY ketika keduanya masih muda.

    Semasa hidupnya, Jokowi mengungkapkan Ani Yudhoyono telah mendedikasikan diri untuk negara dan bangsa kepada nilai-nilai kemanusiaan di antaranya memberantas buta huruf, mengembangkan kerajinan nasional, memberdayakan dan mensejaterakan keluarga terutama kaum perempuan dan anak-anak. "Dan pada acara ini saya ajak rakyat Indonesia untuk mengucapkan terima kasih dan penghormatan tertinggi atas jasa almarhumah kepada negara," ucapnya.

    Sambung Jokowi ,"Saya mengajak untuk mendoakan almarhumah. Semoga almarhumah diterima dan diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT," tutupnya.

    Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengikuti jalannya upacara pemakaman terlihat terus menangis sejak istrinya, Ani Yudhoyono, menghembuskan nafas terakhir pada Sabtu (1/6/2019), pukul 11.50 WIB di National University Hospital, Singapura.

    Di lokasi pemakaman, SBY tampak diapit Presiden RI ke-3 BJ Habibie dan Wakil Presiden (Wapres) RI ke -11 Boediono yang berada  sebelah kanan SBY. Sementara disebelah kiri SBY tampak Ibu Negara Iriana Joko Widodo serta Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri mendampingi SBY. Saat SBY tiba bersama jenazah isterinya, Megawati yang sudah menunggu di lokasi pemakaman menyalami SBY.

    Sedangkan Wakil Presiden Jusuf Kalla berhalangan hadir karena sakit yang atas saran dokter diminta istirahat total di rumah. Melalui isterinya, Mufidah Jusuf Kalla, Wapres Jusuf Kalla menititpkan salam duka kepada SBY.

    Selain mantan presiden dan mantan wakil presiden, hadirin yang bertakziah di lokasi pemakaman juga diikuti sejumlah menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, pimpinan dan mantan pimpinan lembaga negara, para pimpinan partai politik.   SBY yang mengenakan jas dan kopiah hitam, tampak duduk menyaksikan detik-detik pemakaman Ani Yudhoyono yang lokasi makamnya tepat berada di samping almarhumah Hasri Ainun Habibie, isteri BJ Habibie.

    Tembakan salvo anggota TNI dan Polri dari berbagai kesatuan mengawali penurunan jenazah. Dua putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhyono (Ibas) turun ke liang lahat untuk mengangkat jenazah ibunya yang dikeluarkan dari peti jenazah.

    Setelah itu, SBY, Alya Rajasa, Annisa Pohan, dan cucu-cucu, termasuk AHY dan Ibas, berdiri menghampiri liang lahat untuk tabur bunga.

    Tampak SBY tak kuasa menahan tangis saat menaburkan bunga ke liang lahat isterinya. Tangisnya pecah. Menantunya Annisa Pohan, ister AHY yang juga menangis  berusaha menenangkan SBY dengan mengusap punggungnya. Begitu juga Ibas, Alya, dan lainnya tak kuasa menangis saat proses tabur bunga itu berlangsung.

    Prosesi selanjutnya, Presiden Jokowi secara simbolis menaburkan tanah untuk prosesi pemakaman. Presiden Jokowi meletakkan karangan bunga pertama di pusara Ani Yudhonoyo, diikuti SBY.

    Proses pemakaman itu selanjutnya dilanjutkan oleh petugas. Setelah jenazah Ani Yudhoyono ditimbun tanah dan karangan bunga, AHY mewakili keluarga memberikan sambutan.

    Prosesi selanjutnya, Presiden Jokowi menerima laporan pembubaran upacara dari Komandan Upacara Kolonel Infanteri Yudha Airlangga. Kolonel Yudha dalam kesehariannya merupakan Komandan 81 Kopassus.

    Sebelumnya, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menjadi Inspektur Upacara (irup)  persemayaman almarhumah Ani Yudhoyono di Pendopo Puri Cikeas, Kabupaten Bogor sebelum jenazah Ani Yudhoyono menuju ke peristirahatan terakhirnya di TMP Kalibata.

    Bamsoet menerima jenazah almarhumah Ani Yudhoyono dari pihak keluarga yang diwakili oleh Ibas kepada pemerintah untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta. "Atas nama seluruh rakyat Indonesia dan seluruh anggota DPR RI dengan sangat terharu saya menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhumah Ibu Ani Yudhoyono, seraya mendoakan semoga diampuni segala dosa dan kesalahanya, serta diterima semua amal ibadahnya oleh Allah SWT SWT. Kami percaya kepergian almarhumah di bulan suci ramadhan, bulan yang penuh ampunan ini, akan mempermudah perjalanan beliau menghadap Sang Khalik serta mendapat tempat yang terbaik di sisi-Nya," ujar Bamsoet.

    Iapun mengisahkan secara singkat Ani yang lahir dari keluarga pejuang pasangan Letnan Jendral (Purn) Sarwo Edhie Wibowo dan Hj Sunarti Sri Hadiyah.  "Menjadikan Ibu Ani tak hanya tangguh secara mental kepribadian, tetapi juga kuat di dalam nasionalisme di dalam mencintai Indonesia," kata Bamsoet.

    Ia juga memuji Ani Yudhoyono yang sukses membesarkan kedua putranya. "Terbukti saat ini Mas AHY dan Mas Ibas sukses menata karir sebagai politisi muda yang sedang moncer, baik karena kecerdasan, kewibawaan, maupun kepemimpinannya," ucap Bamsoet.

    Secara khusus, Bamsoet meminta bangsa Indonesia mendoakan almarhumah Ani Yudhoyono. Selain juga mendoakan keluarga besar Susilo Bambang Yudhoyono diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi musibah yang sangat berat ini.  "Almarhumah telah menunaikan tugas dan kewajibannya di dunia, baik sebagai anak, istri, ibu, maupun sahabat. Kami merasakan betapa kesedihan yang dialami oleh Pak SBY, Mas AHY dan Mas Ibas beserta seluruh keluarga atas kehilangan seorang yang sangat dicintai di dalam keluarga. Seluruh masyarakat Indonesia sungguh merasa kehilangan atas kepergian beliau menghadap Sang Pencipta, Allah SWT," sebut Bamsoet. (har)