Ma’ruf : Kemenangan Saya Masih Mualaf

    17
    JAKARTA (Bisnisjakarta)- 

    Cawapres terpilih Ma'ruf Amin mengaku bersyukur  telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan  Umum (KPU) sebagai pemenang Pemilu Presiden  (Pilpres) 2019 bersama Capres Joko Widodo (Jokowi).  Namun, Ma'ruf mengatakan kemenangannya masih mualaf. "Saya bersyukur juga karena menurut real count KPU, Pak Jokowi dan saya dinyatakan sebagai pemenang Pilpres ini. Tapi menangnya masih digantung. Masih dibilang mualaf," kata Ma'ruf Amin saat memenuhi undangan berbuka puasa di kediaman Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO)  di kawasan Kuningan, Jakarta, Senin (3/6).

    Iapun mengumpamakan pencalonannya  bersama pasangannya Jokowi seperti pasangan nikah yang digantung. "Jadi ada istilah kawin gantung. Karena masih digantung belum boleh kumpul. Nah, begitu juga kami masih digantung karena masih menunggu keputusan Mahkamah Konstiusi," ucapnya.

    Terkait gugatan Pilpres di MK, Ma'ruf meminta semua pihak dapat menahan diri meskipun dia memahami ada pihak yang kecewa, tidak puas dengan hasil Pilpres termasuk menyampaikan keberatan.

    Ma'ruf mengatakan meski ada perbedaan dan sedikit gangguan dari hasil Pilpres,  namun ia meyakini tidak akan sampai merusak tatanan yang telah dibangun bangsa ini. Oleh karena itu, ia menekankan semua pihak untuk mencontoh sikap toleran dan lapang dada para pendiri bangsa saat bersepakat membentuk negara Indonesia.

    Kesepakatan dapat terjalin, berkat jasa dari para pemimpin masa lalu. Para ulama di Indonesia mau berkompromi antara Islam dan kebangsaan. Hasilnya, kata dia, para pemimpin masa lalu berhasil menyelesaikan konflik yang masih menjadi polemik di beberapa negara sampai hari ini. "Meski bangsa ini majemuk berbeda agama dan suku tapi bisa selesaikan perbedaan membentuk NKRI melalui kesepakatan," sebut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat nonaktif ini.

    Indonesia menurutnya  adalah negara kesepakatan. Ma'ruf menyebutnya sebagai  darul mitsaq (negara kesepakatan). "Kita harapkan semua pihak dapat mencontoh  sikap dan perilaku yang diwariskan pendahulu bangsa. Harus bisa kita jaga melalui sikap toleran dan lapang dada," pinta Ma'ruf.

    Ia juga meminta semua pihak dapat mengaplikasikan makna puasa dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air. Karena menurutnya puasa pada intinya bertujuan untuk membentuk pribadi yabg bertakwa. "Ciri orang bertakwa itu bisa menahan amarah. Sehingga marahnya bisa dikendalikan. Dalam kehidupan berbangsa  kemarahan itu bisa dikendalikan melalui landasan aturan berbangsa dan konsitutisi," tegasnya.

    Sementara itu, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang menyampaikan ucapan selamat kepada Ma'ruf Amin yabg hampir dipastikan  sebagai cawapres terpilih periode 2019-2024. "InsyaAllah saya ucapkan selamat atas terpilihnya Pak kiai sebagai wapres terpilih 2019-2024. Saya yakin insyaAllah ke depan negara Indonesia akan berjalan  baik dan harus berjalan baik," ucap Oesman Sapta.

    Sementara kepada pihak-pihak yang tidak puas atas hasil Pilpres 2019, Oesman Sapta meminta dapat mengajukan keberatannya dengan cara-cara yang bermartabat.  "Bangsa yang bermartabat tidak boleh ada hal-hal yang dilakukan dengan pelanggaran aturan dan undang-undang yang telah ditetapkan negara ini. Kalau melanggar UU itu artinya makar," kata Oesman Sapta. (har)