Enam Strategi Disiapkan Hadapi Arus Balik Lebaran

    18
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Rapat koordinasi membahas arus balik lebaran yang dihadiri Dijen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi Kakorlantas Irjen Pol. Refdi Andri dan Dirut PT Jasa Marga Desi Arryani serta stakeholder terkait menghasilkan enam poin strategis agar arus balik berjalan tertib aman dan lancar.

    Keenam poin tersebut yaitu rambu-rambu diakses masuk rest area harus sudah terpasang sebelum pelaksanaan one way arus balik, penambahan mobile toilet termasuk kanopi pelindung untuk antrean toilet harus segera dipenuhi. Untuk mengantisipasi mobil mogok di jalan tol, diminta kepada BUJT untuk menambah mobil Layanan Jalan Tol (mobil patroli) dan menempatkan mobil derek serta menempatkan bengkel Agen Pemegang Merk (APM) di rest area tipe A.

    Menempatkan informasi call center bantuan emergency yang dapat dihubungi setiap saat, yang ditempatkan di bawah rambu dan tempat strategis. Gerbang Tol Palimanan merupakan gerbang tol pembayaran cluster 2 dan tapping cluster 1, sehingga perlu adanya penambahan mobile reader dari 28 unit menjadi 38 unit dan EDC dari 2 menjadi 12 di GT Palimanan.

    Waktu pelaksanaan one way tanggal 7 Juni sampai 10 Juni dimulai pukul 12.00 WIB s/d 24.00 WIB dari KM 414 Kalikangkung s/d KM 70 Cikampek Utama dan selanjutnya diberlakukan contraflow dari KM 70 s/d KM 65 atau sesuai dinamika di lapangan dengan pertimbangan dari Kepolisian.

    Dirjen Budi mengungkapkan, setelah beberapa hari melakukan arus mudik, terbaca bahwa ada kebiasaan masyarakat berangkat setelah Maghrib sehingga saat perjalanan di jalan tol mereka sudah kelelahan. Saat tengah malam atau pagi hari rest area menjadi permasalahan.

    Dengan diberlakukannya one way, Dirjen mengimbau masyarakat untuk melakukan perjalanan mulai sholat subuh sehingga perjalanan siang atau sore masuk Jakarta. Karena perjalanan kalau tengah malam, rest area penuh sehingga mereka istirahat di bahu jalan, dampaknya adalah hambatan di rest area.

    Dirjen Budi mengimbau agar masyarakat juga mengatur waktu kepulangan mereka. “Pulanglah lebih awal, misalnya tanggal 7. Jamnya juga harus diatur sehingga kalau perjalanan pagi hari maka tidak ada terlalu mengantuk,” ujar Dirjen Budi.

    Sementara itu Kakorlatas Refdi Andri mengatakan, selama periode Operasi Ketupat sejak tanggal 29 Mei, rapat ini merupakan evaluasi dalam bentuk diskusi untuk menerima masukan tentang apa yang sudah dilakukan khususnya pergerakan masyarakat di Tol Trans Jawa maupun jalan arteri di jalur utara dan selatan. "Yang menjadi fokus kita yaitu pada tanggal 7-10 Juni. Kesepakatan dalam 6 poin tersebut merupakan evaluasi setelah 6 hari arus mudik berjalan,” ujar Refdi.

    Desi Arryani menyebutkan, sampai tadi pagi pukul 06.00 WIB di Cikampek Utama telah lewat 515.653 kendaraan. Yang meninggalkan Jakarta ke arah Merak, selatan, ke Jagorawi itu totalnya menjadi 926.852 kendaraan. "Kita menganggap masih ada sisa sebanyak 369.904 kendaraan yang keluar Jakarta," katanya.

    Perpanjangan one way karena diprediksi masih banyak pemudik yang berangkat meninggalkan Jakarta. Desy juga menyatakan sampai tadi pagi masih cukup padat pemudik yang meninggalkan Jakarta sehingga one way dengan mempertimbangkan pergerakan kendaraan.

    Dalam rapat ini pihak yang turut menandatangani kesepakatan hasil rapat tersebut yaitu Danang Parikesit selaku Kepala Badan Pengatur Jalan Tol ( BPJT), Kusharyanto dari Mabes Polri, Firdaus Azis Vice President Director PT. Lintas Marga Sedaya (LMS), R. Widie Wahyu GP dari Asosiasi Pengusaha Rest Area Indonesia (APRESTINDO). (son)