Mau Tau Tips Kegiatan Alam Bebas, Yuk Kunjungi IIOutfest

    27
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Jangan pernah meremehkan kekuatan alam saat Anda melakukan kegiatan alam bebas. Persiapan yang matang baik secara fisik, perlengkapan, dan perbekalan sangat diperlukan. Selain itu bekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan dasar agar bisa mengatasi saat ada kondisi yang kurang menguntungkan. Perkembangan peralatan dan perlengkapan kegiatan alam bebas, antara lain bisa didapat di International Indonesia Outdoor Festival (IIOutfest) yang tahun ini akan diselenggarakan di Wisma Aldiron Jakarta, 1-4 Agustus

    Event itu juga menjadi ajang menambah pengetahuan dasar kegiatan alam bebas, baik didapat dari acara-acara resmi di dalamnya, atau pun perbincangan-perbincangan tidak resmi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, IIOutfest bakal jadi ajang pertemuan para pecinta kegiatan alam bebas, mulai dari pemula hingga yang sudah senior.

    Berikut beberapa tips ringan seputar kegiatan alam bebas yang dibagi dalam tiga bahasan, mendaki gunung, susur gua, dan arung jeram.

    Mendaki Gunung
    Mendaki gunung dengan persiapan dan perencanaan yang matang akan memberi kenyamanan dan rasa percaya diri. Para senior pecinta alam selalu megingatkan untuk mempelajari keterampilan dasar seperti navigasi dan kemampuan memahami cuaca.

    Jangan lupa mempelajari juga cara bertahan di situasi yang tidak memungkinkan. Selain itu, gunakan perlengkapan sesuai dengan standar, dan bawa makanan dan minuman secukupnya.

    Vicky Gosal dari Karash Adventure memberikan beberapa tips dasar mendaki gunung. Pastikan menggunakan sepatu yang memiliki grip dan sol karet agar kuat menancap di tanah, mengurangi kemungkinan terpeleset karena licin.

    Selalu membawa senter. Meski terlihat sepele, namun alat yang satu ini akan sangat membantu pastikan menggunakan ransel yang tahan air, dan sesuai dengan postur tubuh agar nyaman ketika dibawa berjam-jam, bawalah jas hujan. Saat turun hujan, peralatan ini akan sangat berguna, terutama ketika akan tetap melanjutkan perjalanan saat kondisi memungkinkan.

    Bawalah air minum dalam jumlah lebih banyak. Bekal air yang tak habis akan sangat berguna bagi pendaki lain yang mungkin membutuhkan.

    Rafting dan Susur Tebing
    Seperti halnya gunung, kekuatan alam yang ada di aliran sungai terkadang juga sulit diprediksi. Karena itu, siperlukan persiapan matang. Amalia Yunita, Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia memberikan beberapa tips. Pilih operator yang terpercaya, bersertifikat, punya izin operasional, dan menyediakan asuransi.

    Jangan ragu bertanya hal-hal sepele terkait keselamatan. Mulai dari peralatan pendukung, debit sungai, pemantau ketinggian air, dan sebagainya.

    Gunakan peralatan sesuai standar keamanan dan cek kembali fungsi peralatan sebelum melakukan kegiatan. Pahami safety talk yang diberikan pemandu sebelum memulai kegiatan, misalnya apa yang harus dilakukan ketika perahu terbalik. Dengarkan instruksi pemandu dan ikuti.

    Susur Gua, saat ini kegiatan susur gua kian diminati masyarakat. Apalagi gua-gua di Indonesia sangat banyak dan indah. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Ketua Asosiasi Wisata Gua Indonesia Cahyo Alkantana memberikan beberapa tips.

    Selalu ikuti SOP dan dengarkan arahan pemandu, Gunakan peralatan pendukung untuk keamanan seperti helm, dan bawa perlengkapan berstandar yang dibutuhkan. Bukan hanya fisik, mental juga harus dipersiapkan. Disarankan tidak melakukan susur gua saat musim hujan. Dikhawatirkan ada air pasang di dalam gua, apalagi jika gua tersebut berada di dekat aliran air.

    Banyak penelusuran gua yang mengandalkan cahaya matahari. Di kalangan pecinta susur gua dikenal istilah golden hour, yakni pukul 11.00 – 12.00. Itu saat terbaik untuk mendapatkan pencahayaan di dalam gua. Karena itu disarankan bergerak masuk sebelum golden hour, dan setelah golden hour segera bergerak ke luar. (son)