UDG Akan Digelar di Maluku, Bimas Hindu Minta Tambah Anggaran

    14
    AKARTA (Bisnisjakarta)-
    Komisi VIII DPR menggelar rapat kerja (raker) bersama Kementerian Agama membahas anggaran tahun 2020. Dari Rp 65,245 triliun Anggaran Kementerian Agama yang diajukan dalam Pagu Indikatif 2020, sebesar 1,14 persen atau Rp 746,637 miliar dialokasikan untuk Direktorat Jenderal Bimas Hindu. "Anggaran kita menurun sekitar Rp 57 miliar. Tetapi kemudian mengajukan Rp 249 miliar kekurangannya. Di antaranya untuk fungsi agama dan kegiatan pendidikan," ucap Dirjen Bimas Hindu I Ketut Widnya usai rapat mendampingi Menteri Agama  di Ruang Komisi VIII DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/6).

    Ketut Widnya menjelaskan, dari usulan penambahan anggaran sebesar Rp 249 miliar untuk fungsi agama dialokasikan sebesar Rp 161,494 miliardan fungsi pendidikan sebesar Rp 87,728 miliar.

    Alokasi terbesar akan dialokasikan untuk kegiatan Utsawa Dharma Gita (UDG) di Maluku  tahun depan. "Saya belum dapat rincian besarannya, tetapi dari Rp 249 miliar usulan baru anggaran yang  kita ajukan, sebagian besarnya untuk kegiatan Utsawa Dharma Gita," imbuh Widnya.

    Anggaran UGD nantinya masuk dalam fungsi Agama bersama program kegiatan lainnya antara lain Peningkatan Kompetensi Penyuluh untuk 2.500 orang, Tunjungan Tenaga penyuluh/Tenaga Teknis Keagamaan Non PNS sebanyak 1.700 orang selama 6 bulan, Penyediaan Rumah Ibadah, sehat dan bersihuntuk 350 lokasi, penyediaan Kita Suci sebanyak 50.000 ekslempar, Dialog Kerukunan Intern Umat Hindu untuk 130 kegiatan, dan program biumbingan keluaraga Sukinah sebanyak 1.800 orang.

    Ketut Widnya mengatakan usulan penambahan anggaran terpaksa diajukan direktoratnya karena hingga saat ini anggaran YGD yang sudah terjadwal itu belum sama sekali alokasi memiliki anggaran. "Belum sama sekali ada anggarannya. Makanya belum bisa kami tentukan bulan berapa diselenggarakannya," ucap Widnya.

    Kemudian untuk fungsi pendidikan, dari 87,728 yang dianggarakan akan digunakan untuk peningkatan kompetensi guru untuk 6.500 orang, bantuan lembaga pendidikan keagamaan untuk 40 lembaga, akreditasi pendidikan keagamaan sebanyak 22 lembaga, pengembangan PAUD Holistikdan Integratif  sebanyak 8 kegiatan, serta sarana dan prasarana pendidikan tinggi kegamaan Hindu khususnya untujk melanjutkan pembangunan kampus STAHN Mpu Kuturan Singaraja dan IHDN Denpasar. (har)