Wiranto : Penanggung Jawab Kerusuhan Akan Ditangkap

    10
    JAKARTA (Bisnisjakarta)- 

    Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukkam) Wiranto meminta semua pihak tidak melakukan aksi demonstrasi di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) menjelang pengumuman hasil Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Presiden 2019 pada Kamis (27/6).

    Wiranto mengatakan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sudah mengimbau kepada pendukungnya untuk tidak melakukan aksi di sekitar gedung MK. Karena itu, Wiranto mempertanyakan rencana Front Pembela Islam (FPI) yang akan bergabung dalam aksi bersama Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang akan menggelar acara halal bi halal di MK pada hari itu. "Prabowo yang didukung mengatakan ayo kita damai saja, menjaga suasana bersahabat, terima keputusan MK. Lalu kalau FPI turun ke jalan apa yang diperjuangkan?" ujar Wiranto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/6).

    Wiranto mengingatkan semua pihak tidak main-main dengan keamanan nasional yang dinilainya sudah kondusif. Oleh karena itu, apabila ada yang nekat melakukan aksi di Gedung MK hingga berujung kerusuhan, pihaknya akan menangkap pengggungjawab acaranya. "Kalau mereka tetap turun ke jalan dan menimbulkan kerusuhan tinggal saya cari yang bertanggungjawab siapa," kata Wiranto.

    Mantan Panglima TNI ini mengakui kebebasan berpendapat memang dibolehkan di Indonesia. Tetapi, ia juga mengingatkan ada toleransi hukum yang perlu ditaati saat menyampaikan pendapat di muka umum. "Kebebasan boleh tetapi kan ada toleransi hukum yang menjaga kebebasan untuk tidak sebebas-bebasnya, kebebasan tidak menggangu kebebasan orang lain, tidak ganggu keamanan nasional," tegas Wiranto.

    Sebelumnya, sejumlah kelompok berencana melakukan aksi massa dengan bungkus halal bi halal seperti PA 212 dan GNPF yang dikabarkan akan menggelar aksi massa pada 27 Juni 2019 saat pengumuman hasil sidang PHPU Pilpres 2019.

    Namun, sebelumnya Capres 02 Prabowo Subianto mengimbau kepada pendukungnya agar tidak melakukan pengerahan massa saat sidang gugutan Pilpres di MK.

    Rekonsiliasi Prabowo-Jokowi

    Mengenai kelanjutan rencana rekonsiliasi Calon Presiden Joko WIdodo (Jokowi) dengan Capres Prabowo Subianto, Wiranto mengatakan upaya mempertemukan kedua tokoh tersebut masih terus diupayakan. Wiranto menegaskan sebenarnya bukanlah forum rekonsiliasi melainkan perbincangan biasa antar tokoh. "Bukan rekonsiliasi (tapi) perbincangan, komunikasi. Ya boleh saja, kami hormati, kan negeri ini negeri yang memang mengharapkan semua permasalahan dapat terselesaikan dengan musyawarah mufakat," kata Wiranto.

    Ia mengaku bersyukur jika ada pihak yang berupaya mewujudkan pertemuan tersebut seperti yang dilakukan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan yang melakukan pertemuan dengan Prabowo Subianto untuk membicarakan rencana pertemuan dengan Joko Widodo.

    Wiranto mengharapkan apabila terjadi maka pertemuan tersebut akan memperbaiki situasi politik dan bangsa. "Kita ini kan negara yang rakyatnya punya kultur yang baik, kebiasaan dan adat yang baik. Lebih baik kita selesaikan dengan cara mufakat, musyawarah. Kalai rusuh, ada konflik yang rugi siapa? Kita semua rugi," katanya. (har)