Dukung Pariwisata, AP I Tingkatkan Kapasitas Bandara Joglosemar

    0
    YOGYAKARTA (Bisnisjakarta)-
    PT Angkasa Pura I (AP I) terus meningkatkan kapasitas bandara-bandara di Jogjakarta, Solo dan Semarang (Joglosemar). Hal itu sebagai bentuk dukungan bagi pengembangan pariwisata di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah yang disebut menyimpan potensi cukup baik. "Sebagai agent of development, bagaimana bisa memberikan peran yang nyata bagi masyarakat, sehingga potensi yang ada bisa dikembabgkan secara maksimal," kata Dirut AP I Faik Fahmi saat lokakarya wartawan di Yogyakarta, Jumat (5/7).

    Lokakarya bertema Menjawab Tantangan Sektor Transportasi Tingkatkan Konektivitas Joglosemar yang diselenggarakan Biro Komunikasi dan Informasi Publik (BKIP) dibuka Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti. Tampil sebagai pembicara lainnya Dirut AP I Faik Fahmi, Dirut AirNav Novie Riyanto, Corporate Deputy Director of Passanger Transport Marketing and Sales PT KAI Asdo Artriviyanto.

    Faik mengatakan, AP I terus bekerja bagaimana mendorong kapasitas bandara, karena persoalan di Joglosemar adalah lack of capacity, karena perkembangan penumpang begitu cepat. "Semarang, Jogja Solo, kita sudah selesaikan, Semarang kita selesaikan, dulu 800 ribu (penumpang) setahun, sekarang bisa 6 juta penumpang setahun," ujar Faik.

    Faik menyebutkan, bandara baru terminal Ahmad Yani di Semarang, saat ini menjadi bandara di bawah pengelolaan AP I dengan pertumbuhan revenue paling tinggi. Menurutnya, dengan peningkatan kapasitas, maka hal itu akan mendorong pertumbuhan traffic yang lebih signifikan. "Di Solo (Adi Sumarmo) juga ditingkatkan dari kapasitas 1,5 juta setahun menjadi 3 juta setahun," tuturnya.

    Kemudian terkait bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Kulonprogo, bandara itu diklaim menjadi bandara yang paling cepat pembangunannya. "Pembangunan ini memberikan dampak yang signifikan. Kalau tahun 2015 – 2016, target pendapatan meningkat 5,4 persen, tapi di 2019 sampai april pendapatan di Kulonprogo sudah meningkat 10 Persen. Ini sudah signifikan padahal Bandara belum full dioperasikan, ini signifikan bagi pertumbuhan ekonomi di yogyakarta," pungkasnya. (son)