Operasional Kereta Bandara Belum Menggembirakan, Ini Argumentasi Kemenhub

    8
    YOGYAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Operasional kereta bandara sejauh ini diakui belum menggembirakan, padahal investasi untuk membangun infrastruktur tidaklah kecil. Namun bagi Kementerian Perhubungan, kehadiran kereta bandara bukan semata-mata faktor tools, tetapi bagaimana merubah peradaban masyarakat yang pada gilirannya beralih menggunakan kereta sebagainpilihan sarana transportasi massal ini. Demikian dikatakan Sesditjen Perhubungan Udara Kemenhub Nur Isnin Istiartono saat lokakarya media massa di Yogyakarta, Jumat (5/7).

    Lokakarya bertema Menjawab Tantangan Sektor Transportasi Tingkatkan Konektivitas Joglosemar yang diselenggarakan Biro Komunikasi dan Informasi Publik (BKIP) dibuka Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti. Tampil sebagai pembicara lainnya Dirut AP I Faik Fahmi, Dirut AirNav Novie Riyanto, Corporate Deputy Director of Passanger Transport Marketing and Sales PT KAI Asdo Artriviyanto.

    Sebagai proyek strategis nasional, menurut Nur Isnin, infrastruktur kereta bandara dibangun melalui kajian yang mendalam. Muaranya adalah agar kerusakan dan kepadatan lalu lintas di jalan raya akan berkurang, setelah masyarakat beralih menggunakan angkutan massal ini.

    Sementara Corporate Deputy Director of Passanger Transport Marketing and Sales PT KAI Asdo Artriviyanto mengatakan, pembangunan jalur KA menuju bandara Yogyakarta sepanjang 5,7 Km dibangun dengan konstruksi kombinasi elwvated dan at grade. Jalur kereta bandara Yogyakarta terkoneksi dengan lintas utama double track lintas selatan Pulau Jawa. "Jangka panjang direncanakan dengan elektrifikasi lintas Kutoarjo – Yogyakarta – Solo," kata Asdo.

    Manfaat pembangunan kereta bandara, kata Asdo, ingin menyediakan alternatid transportasi dari dan menuju bandara dengan angkutan massal. Selain itu, kata dia, ingin mengurangi kepadatan lalu lintas dan kerusakan jalan raya melalui peralihan menggunakan moda kereta api. "Kita ingin meningkatkan pelayanan transportasi melalui integrasi antar moda, dan bertekad mengurangi polusi udara serta menghemat energi," papar Asdo.

    Menjawab pentingnya kereta api Yogyakarta Internasional Airport, Asdo mengatakan, progres pembangunan sudah melalui kajian mendalam dimulai dari studi kelayakan, basic design, penetapan trase, penyusunan Amdal, Larap dan DED jalur kereta, peningkatan status stasiun Wojo, pembebasan lahan serta pembangunan prasarana kereta api yang sudah dimulai tahun ini. (son)