KCI Perkenalkan Lima Stasiun Khusus KMT

    22
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mulai 1 Agustus 2019 memperkenalkan lima stasiun yang khusus akan melayani transaksi KMT dan kartu uang elektronik bank. Lima stasiun tersebut merupakan stasiun dengan proporsi pengguna Kartu Multi Trip (KMT) maupun kartu uang elektronik bank tertinggi.

    Kelima stasiun tersebut adalah Stasiun Sudirman, Stasiun Palmerah, Stasiun Cikini, Stasiun Universitas Indonesia, dan Stasiun Taman Kota. Penggunaan KMT di Stasiun Sudirman misalnya telah mencapai 90%, di Stasiun UI, Palmerah, dan Cikini jumlahnya mendekati 80%, dan di Stasiun Taman Kota mencapai hampir 60%.

    VP Corporate Communication PT KCI Anne Purba mengatakan, program ini merupakan bentuk dukungan PT KCI terhadap program pemerintah dan Bank Indonesia untuk mendorong terciptanya cashless society atau masyarakat yang bertransaksi tanpa uang tunai.

    Program ini, kata Anne, juga untuk mengoptimalkan layanan di lima stasiun tersebut, agar sesuai dengan karakter penggunanya yang semakin banyak menggunakan KMT. Selain itu KMT saat ini juga bisa didapatkan dengan harga lebih murah yaitu Rp 30.000, sudah termasuk saldo Rp 10.000.

    Para pengguna KRL yang memiliki KMT maupun kartu uang elektronik bank (Mandiri E-Money, BNI Tap Cash, BRI Brizzi, dan Flazz BCA) tetap dapat menggunakan kartunya seperti biasa di lima stasiun tersebut tanpa ada perubahan ketentuan apapun.

    Anne mengatakan, bagi pengguna Tiket Harian Berjaminan Pergi Pulang (THB PP) tetap dapat keluar (tap out) dari lima stasiun ini dan kemudian naik KRL kembaliĀ  (tap in) asalkan sesuai dengan relasi stasiun pergi-pulangnya. Bagi pengguna THB sekali perjalanan hanya dapat keluar (tap out) di lima stasiun tersebut.

    Di lima stasiun ini, kata Anne, pengguna THB sekali perjalanan juga tidak dapat melakukan pembelian THB, isi ulang relasi, refund jaminan kartu, dan tidak dapat melakukan tap in. Bagi pengguna yang hendak naik KRL dengan THB, bisa menggunakan stasiun-stasiun terdekat yang letaknya sebelum maupun sesudah lima stasiun tersebut.

    Selama bulan pertama penerapan kebijakan ini, Anne mengatakan, bila ada pengguna yang kesulitan dapat menghubungi petugas layanan di lima stasiun tersebut untuk kemudian dapat dibantu petugas.

    Sampai 1 Agustus 2019 nanti, PT KCI terus melakukan sosialisasi baik melalui media sosial. Selain melalui media digital, sosialisasi juga dilakukan melalui pemasangan banner dan poster yang dipasang di lima stasiun khusus KMT, informasi yang disampaikan oleh Petugas Pelayanan KRL (PPK) di dalam KRL, petugas announcer di stasiun, serta melalui Passanger Information Display (PID) yang ada di dalam KRL.

    Sosialisasi dan edukasi terus dilakukan sehingga seluruh pengguna jasa KRL Commuter Line dapat memahami dan mengerti tentang ketentuan yang berlaku. (son)