RI Galang Dukungan Untuk Menjadi Anggota Dewan IMO

    18
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Indonesia kembali menggalang dukungan dari negara-negara anggota International Maritim Organization (IMO) untuk menjadi Anggota Dewan IMO Kategori C Periode 2020-2021. Upaya mencari dukungan digelarĀ  dalam acara Resepsi Diplomatik dihadiri sejumlah duta besar dan perwakilan negara sahabat yang dibuka Menhub Budi Karya Sumadi di Jakarta, Selasa (8/7).

    Adapun pada periode tahun 2018-2019, Indonesia masuk dalam Kategori C yang merupakan perwakilan dari negara-negara yang mempunyai kepentingan khusus dalam angkutan laut dan mencerminkan pembagian perwakilan yang adil secara geografis.

    Pada kesempatan tersebut, Menhub meminta dukungan kepada negara anggota IMO untuk Vote for Indonesia pada pemilihan Anggota Dewan IMO Kategori C periode 2020-2021 yang pemilihannya akan dilakukan pada salah satu agenda Sidang Majelis IMO di London, 25 November – 5 Desember 2019.

    Menhub mengatakan, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, keanggotaan Indonesia dalam IMO sangat penting. Indonesia telah menjadi anggota IMO sejak 1961 dan berperan aktif sebagai anggota Dewan IMO dari tahun 1973 hingga 1979 dan dari tahun 1983 hingga saat ini.

    Melalui keanggotaannya di Dewan IMO, menurut Menhub, akan memberi kesempatan bagi Indonesia untuk ikut serta dalam menentukan kebijakan-kebijakan IMO yang sangat berpengaruh pada dunia. Terlebih, adanya komitmen Indonesia untuk meneruskan kerjasama yang baik dengan IMO dalam mewujudkan pelayaran yang selamat, aman dan ramah lingkungan.

    Sementara itu, Dirjen Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo menyampaikan, IMO sebagai organisasi Internasional di bidang maritim memainkan peranan penting dalam membantu Indonesia membangun industri maritim dan konektivitas wilayah. Dalam hal ini, Program IMO telah memberikan kontribusi signifikan untuk perwujudan keselamatan dan keamanan pelayaran di Indonesia.

    Indonesia dianggap semakin menunjukan eksistensinya dalam kancah maritim internasional yang diperhitungkan oleh negara-negara maritim di dunia. Salah satunya dengan melakukan ratifikasi aturan maupun protokol yang diterapkan IMO.

    Dirjen Agus menjelaskan, Indonesia telah banyak berperan dalam hal keselamatan, keamanan dan perlindungan maritim dunia. Salah satunya adalah ditetapkan dan diadopsinya Bagan Pemisahan Alur Laut atau Traffic Seperation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok oleh IMO.

    Hal tersebut menunjukkan pengakuan dunia terhadap eksistensi Indonesia yang turut menentukan kebijakan sektor transportasi laut dunia khususnya di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim. (son)