Kejagung Tingkatkan Layanan Berbasis Digital

    18
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Untuk terus mengikuti perkembangan teknologi, Badan Diklat Kejaksaan Agung RI menyiapkan 38 Aplikasi melalui 34 hardware dengan alat dukung Informasi dan Teknologi (IT). Ini dilakukan Badan Diklat Kejagung (Bandiklat) RI dalam rangka meningkatkan jumlah unit pelayanan publik khususnya dalam optimalisasi belajar mengajar. Demikian dikatakan Kepala Bandiklat Kejagung Setia Untung Arimuladi saat Pameran Adhyaksa Law Festival 2019 si Jakarta, Minggu (21/7).

    Pameran yang diikuti unsur penegak hukum antara lain  Kepolisian, KPK dan berbagai  Kementerian serta kelembagaan negara lainnya digelar dalam rangkaian ke-59 Hari Bhakti Adhyaksa berlangsung di Aula Sasana Adhika Karya, Badiklat Kejaksaan RI di Jakarta, 18 – 22 Juli 2019.

    Sekarang ini, kata Untung, pihaknya terus meningkatkan mutu pendidikan berbasis IT bagi penyelenggara pendidikan, para peserta pendidikan/pelatihan, pengajar atau widiaswara, narasumber yang berbasis Informasi dan Teknologi sebagai wujud Learning Centre For The Fourth Industrial Revolution atau Lembaga Pelatihan Era Revolusi Industri 4.0.

    Aplikasi berbasis IT ini, kata Untung, sebagai sarana untuk memonitor seluruh proses kegiatan belajar mengajar, bahkan dalam keadaan tertentu pimpinan dapat memberikan instruksi langsung dari ruangan Command Centre, sehingga fungsi pengawasan dapat dilaksanakan secara optimal melalui sentuhan jari pada layar layout 3 dimensi.

    Ia memastikan, sistem dan aplikasi informasi jadwal kegiatan berbagai Jenis Kediklatan, pengumuman, layar multimedia, majalah dinding atau mading, digital signage telah ditempatkan di lokasi strategis sebagai wujud sarana pelayanan publik yang mudah dijangkau dan dapat dimanfaatkan sebagai media informasi bagi seluruh stakeholder Badiklat Kejaksaan.

    Kemajuan teknologi itu, lanjut Untung, untuk menopang intansi menuju Zona Integritas (ZI) dalam kawasan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

    Adapun 38 layanan aplikasi yang disuguhkan itu diantaranya E-Register, E-Akademik, E-Quisionair, E-izin, E-Lapdu, Program Command Center, Cashless Managament System, E-Absen, E-Learning. "Karena itu kami terus berbenah, tidak hanya kuantitas bagi peserta calon jaksa, pegawai atau calon pimpinan yang di latih disini, tapi juga kwalitas yang terus di asa, sehingga terbentuk jaksa yang profesional dan berintegritas,” ujarnya.

    Semua itu, jelas Untung, dilakukan untuk memudahkan para peserta didik dan mentor serta masyarakat yang hendak mengetahui lembaga pendidikan yang dinaungi Kejaksaan RI tersebut.

    Untung menekankan, setiap informasi dan teknologi yang canggih dan terjangkau, akan dipergunakannya untuk terus dikembangkan guna menunjang kinerja Kejaksaan. "Tak hanya teknologi, tapi lingkungan sekitar juga kita peduli. Kami juga baru meresmikan patung dewi keadilan sebagai simbol para penegak hukum dan pencari keadilan. Kenapa perlunya lingkungan asri, karena lembaga ini bagian rumah kita,” pungkasnya. (son)