Ini Tiga Skenario Pemilihan Ketua MPR

    9
    JAKARTA (Bisnisjakarta)- 

    Anggota MPR Hendrawan Supratikno mengungkapkan ada tiga skenario kemungkinan dari konstelasi pemilihan pimpinan MPR yang makin memanas. "Pertama, pimpinan MPR akan dipilih secara aklamasi atau musyawarah dan mufakat. Namun, untuk mencapai aklamasi tergantung pada figur," kata Hendrawan di Kompleks Parlemen Jakarta, Senin (22/7).

    Apabila sulit menemukan figur pemersatu, maka menurutnya, ada kemungkinan lain yang akan ditempuh yaitu pengajuan tiga paket calon pimpinan MPR. "Kedua, pemilihan pimpinan MPR dengan tiga paket. Dilihat dari jumlah fraksi dan kelompok DPD, bisa muncul tiga paket pimpinan. Setiap paket pimpinan itu ada dua orang wakil dari DPD dan tiga orang dari parpol. Tiga paket ini kemudian dipilih oleh anggota MPR,” ujarnya.

    Kemungkinan ketiga adalah paket tengah. Yaitu paket yang disusun oleh parpol dengan prediktabilitas (kemungkinan) kemenangan yang jelas. Paket ini bisa diajukan urutan pertama sampai tiga pemenang pemilu, satu partai menengah dan ditambah DPD.

    Karena waktu pemilihan yang makin mendekati, Hendrawan menyarankan fraksi-fraksi di MPR mulai mewacanakan gagasan, konsep besar, yang akan dilakukan dan program strategis yang dikerjakan bila terpilih sebagai pimpinan MPR.

    Ia juga mendorong semua fraksi menyodorkan nama yang sesuai kriteria dan rekam jejak yang baik untuk pimpinan MPR agar mempermudah komunikasi politik.

    Di tempat sama, Ketua DPP Partai Gerindra Fary Djemi Francis mengatakan posisi Ketua MPR sebaiknya dari partai oposisi pemerintah. Untuk itu, Fary mengatakan partainya telah menunjuk Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani sebagai calon Ketua MPR.

    Saat ini, Ahmad Muzani merupakan Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Gerindra. "Ya sudah dong, kawan-kawan tahu lah siapa-siapa yang lebih bisa menyatukan ya. Salah satunya Pak Muzani, yang selama ini bisa diterima oleh semua fraksi," jelas Fary menjawab siapa kader Gerindra yang disiapkan untuk posisi Ketua MPR RI.

    Fary mengungkapkan nama Muzani muncul dalam pembicaraan internal Partai Gerindra meskipun memang belum mendapatkan persetujuan dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

    Sebagai partai yang akan memilih jalan oposisi, Gerindra melihat adanya peluang untuk bisa menjadi Ketua MPR. Hal ini karena Fary melihat dua periode DPR-MPR, baik oposisi maupun pendukung pemerintah akan menempati salah satu posisi tersebut. "Kalau pola ini kita jaga terus ya kemungkinan bahwa Gerindra bisa menjadi ketua MPR. Sah saja dan jalan kok selama lima tahun dengan partai oposisi yang jadi ketua MPR nya," kata Fary. (har)