IIOutfest Diserbu, Ini Yang Menjadi Daya Tarik Pengunjung

    13
    DUA hari pelaksanaan International Outdoor Festival (IIOutfest) 2019 didatangi lebih daei 20.000 pengunjung individual dan komunitas.

    Pengunjung tersebar di stand-stand produk, aktivitas, kuliner, dan berbagai acara edukasi berupa seminar, talkshow, dan sharing pengalaman yang menghadirkan pembicara-pembicara petualangan alam bebas.

    Bergam kegiatan outdoor yang dilengkapi dengan edukasi menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Ada juga area archery atau memanah, boomerang, paralayang.

    Mereka bisa berpartisipasi, bertanya-tanya, atau sekadar menyaksikan beragam kegiatan tersebut. Aktivitas dan pelengkapan kegiatan alam bebas juga jadi ajang selfie.

    Pengunjung juga terlihat antusias melihat-lihat peralatan dan perlengkapan outdoor di area pameran. Ada banyak promo menggiurkan, mulai dari topi, baju, carrier, peralatan boomerang, dan masih banyak lagi.

    IIOutfest yang digelar di Wisma Aldiron, Jakarta, berlangsung 1-4 Agustus 2019. Festival outdoor yang selalu dinanti-nanti pecinta alam bebas itu, dibuka Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata Kemenpar Anang Sutono.

    Anang mengatakan, kunci sukses wisata petualangan antara lain ada di regulasi, standarisasi, dan digital informasi daya tarik serta paket wisata. “Perlu diperhatikan pula  marketing, visitor guide, riset monitoring, dan penguatan pemahaman wisata,” katanya.

    Wisata alam, terang Anang, ditargetkan menyumbang 35% dari pemenuhan 20 juta wisman pada 2019. “Kalau semua stakeholder kompak, target devisa dan kunjungan 20 juta wisman dan devisa Rp233,8 triliun bisa terwujud,” tegasnya.

    Ronnie Ibrahim founder IIOutfest yang juga senior praktisi alam bebas menyebutkan, Indonesia surga wisata outdoor. Saat ini wisata outdoor yang semula hanya hobi, telah berkembang menjadi industri. “Tahun 1980-an tidak ada yang  berani hidup dengan menggeluti dunia petualangan. Namun kini, hobi petualangan alam bebas sudah berkembang menjadi industri yang menjanjikan,” tuturnya.

    Sekitar 11 tahun lalu, Ronie memutuskan kembali ke habitat hobinya dan mulai berkarya. Pada 2015 Outfest pertama diselenggarakan di Istora dan dihadiri sekitar 50 ribu orang. “Tahun ini kami targetkan 80 ribu orang. Ini pestanya pecinta petualang, tempat berkumpul komunitas pencita alam bebas.”

    Potensi wisata outdoor juga dikemukakan ikon petualang alam bebas, Cahyo Alkantana. Dia berkisah baru saja kembali dari San Fransisco dan Chicago untuk memasarkan wisata petualangan di Indonesia.

    Di Amerika Serikat, katanya, diving dan adventure punya pasar menjanjikan. “Hanya saja sampah jadi masalah. Di bawah 30-40 meter kedalaman laut, banyak sekali sampah. Ini pekerjaan rumah buat kita, bagaimana kita memerangi sampah.”

    Tampil Lebih Serius

    IIOutfest 2019 menurut Ronie, tahun ini tampil lebih serius. Bukan hanya sekadar pameran, tapi juga fokus pada edukasi dan jadi ajang pertemuan, diskusi, dan tukar pengalaman komunitas dan individu yang menekuni dan hobi kegiatan alam bebas.

    TJ Anggara selaku CEO/founder IIOutfest, menyebutkan, tahun ini IIOutfest) 2019 yang diikuti Sarawak, Malaysia, Nepal dan Selandia Baru, tampil lebih lengkap dalam upaya mengembangkan industri petualangan, terutama di tanah air. Bukan hanya sekadar menggelar produk-produk perlengkapan dan peralatan petualangan, tetapi juga menampilkan berbagai produk jasa, kegiatan, edukasi, dan hiburan.

    Selain itu ada aneka permainan adventure yang jumlahnya lebih dari 20 spot bisa dinikmati seluruh pengunjung. Mulai dari motor adventure, panjat dinding, boulder, archery, stand up paddle, kayak, lempar pisau, lempar kapak hingga ground handling menerbangkan gantole dan paralayang.

    Tersedia pula berbagai area permainan yang dapat diikuti oleh anak anak dengan bimbingan orangtua. Seluruh permainan dilengkapi dengan sarana safety dan trainer yang memiliki sertifikasi keahlian dibidang masing masing. (son)