Buleleng Festival, Sajikan Seni Budaya Hingga Lowongan Kerja

    16
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Berbagai kegiatan tersaji selama gelaran Buleleng Festival di Singaraja, 6 – 10 Agustus 2019. Dengan tajuk Shining Buleleng, festival seni budaya tersebut tersaji dalam delapan kategori acara, seperti art, culture, expo, exhibition, culinary, entertainment, carnival, hingga job fair.

    Sementara itu, lokasinya tersebar di lima titik di Kota Singaraja yaitu Tugu Singa Ambara Raja, Jalan Ngurah Rai, Jalan Veteran, Jalan Pahlawan, dan Jalan Gunung Agung.

    “Buleleng Festival 2019 sangat unik, nuansa budaya Bali-nya sangat kental. Festival ini ramah bagi siapa saja, termasuk para milenial. Semakin lengkap karena ada konten Job Fair. Peluang masuk dunia kerja terbuka,” ungkap Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani dalam keterangannya yang diterima Balipost.com, Senin (5/8).

    Adapun Buleleng Festival 2019 ini nantinya dibuka oleh penampilan band indie asal Bali, Nosstress Band, Starlight dan Harmonia Band dengan iringan Tari Pradwala Nilayam dan Tari Kolosal Ayuning Bhineka Sakti. "Yang jelas, Buleleng Festival akan menjadi experience menarik sejak awal. Jadi, seluruh rangkaian event ini jangan sampai terlewatkan,” imbau Rizki.

    Selanjutnya, pada hari kedua, pengunjung bisa menikmati atraksi Tari Kreasi SMAN 1 Singaraja, Gong Kebyar, lalu dilanjutkan dengan aksi panggung Anji.

    Sementara itu, pada venue Wantilan Sasana Budaya ada sajian Tabuh Kembang Kirang. Sejam berikutnya, giliran Angklung Kebyar dan Semara Pegulingan ditampilkan. Pengunjung tidak akan ketinggalan momen terbaik. Tata waktunya sudah diatur rapi. Semuanya menarik.

    Saat penutupan, Sabtu (10/8), giliran Andmesh Kamaleng unjuk suara. Penampilannya akan dipadukan dengan warna tradisional Bali, seperti Tari Legong Mandara Giri dan Bondres Celekontong Mas.

    Perekonomian Buleleng

    Menpar Arief Yahya mengapresiasi adanya Buleleng Festival 2019 ini. Menurutnya, perpaduan nuansa lokal Bali yang dikemas secara kekinian akan mampu mengoptimalkan pasar milenial.

    Hal tersebut, tambah Arief, dapat menggenjot pergerakan wisatawan sehingga memberi impact positif terhadap perekonomian. "Bila pergerakan wisatawan bagus, maka impact semakin positif terhadap perekonomian masyarakat,” katanya.

    Hal tersebut diakui Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Ia mengatakan, pergerakan wisatawan di sini terbilang kompetitif di wilayah Buleleng.

    Sepanjang tahun 2017, pergerakan wisman mencapai 681.966 orang. Jumlah ini naik 12,3 persen dari tahun 2016, yang mana Buleleng hanya disinggahi oleh 607.665 wisman.

    Agus menambahkan, Buleleng Festival 2019 adalah destinasi terbaik untuk berlibur. "Semuanya tersedia lengkap di festival ini. Dengan beragam konten menarik, kami optimistis Buleleng Festival 2019 akan menaikan kunjungan wisatawan,” ujar Agus.

    Ketua Tim Pelaksana Calender of Event (CoE) Kemenpar Esthy Reko Astuty menjelaskan, ada banyak kejutan yang ditawarkan sepanjang Buleleng Festival 2019. "Konten-konten menarik memang dimiliki Buleleng Festival 2019. Dengan beragam seni dan budaya Bali yang ditampilkan, festival dijamin lebih romantis,” jelas Esthy.

    Buleleng Festival 2019 semakin sempurna dengan pameran kuliner khasnya. Sebab, daerah ini terkenal memiliki hidangan bercita rasa ontentik. Sebut saja Blayag Buleleng, Jukut Undis, Sudang Lepet, Syobak Khe Lok, dan Sate Plecing. (son)